Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Manokwari, Ayu Humaira Bataray.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Manokwari, Ayu Humaira Bataray.

Dua Raperda Selesai Dibahas Ditingkat Komisi, Hari Ini DPRD Minta Tanggapan Bupati

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) telah selesai dibahas pada tingkat komisi di DPRD Manokwari. Raperda tersebut yaitu, Penggelolaan Penyelenggaraan Pendidikan dan Raperda Penetapan Pulau Mansinam sebagai Wisata Religi.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Manokwari, Ayu H Bataray, saat ditemui Cahaya Papua Jumat, (18/11) di gedung DPRD Sowi Gunung. Hari ini DPRD Manokwari meminta tanggapan bupati terkait reperda tersebut.

Ia mengatakan, sesuai jadwal yang ada semestinya hari ini (kemarin) pihaknya menyerahkan draf Raperda tersebut. Namun terdapat kendala teknis, maka kembali diagendakan hari ini.

“Kita berharap dengan hadirnya Raperda (Penggelolaan Penyelenggaraan Pendidikan red) ini, Pendidikan Dasar di Manokwari lebih baik. Dan

Khususnya penempatan guru-guru, honorer atau tenaga pembantu bisa berjalan lancar sesuai dengan rencana serta secara umum bisa teratasi,” tuturnya.

Dia menyebutkan peran serta masyarakat lebih diperlukan melalui Raperda tersebut sehingga dapat mengawasi sekaligus memberikan perlindungan terhadap guru dan anak didik di daerah ini. “Saya harap dengan raperda ini, pengaturan hak dan kewajiban tenaga guru lebih baik dan bisa diakomodir, ucapnya.

Sedangkan, Raparda Penetapan Pulau Mansinam sebagai Wisata Religi,lanjutnya, merupkan aspirasi masyarakat, yang menginginkan cagar budaya yang ada di itu terlindungi. Karena memang lokasi itu kata dia, setiap moment HUT Pekabaran Injil 5 Februari selalu dipadati kegiatan keagamaan sebagai hari masuknya injil di Tanah Papua.

“Oleh karena itu, kita (Dewan)  berharap, dengan kehadiran Raperda ini, segala kewajiban berkaitan menyangkut pemeliharaan situs bersejarah ini dapat diwujudkan. Dan masyarakat setempat juga bisa ikut mengambil bagian lestarikan wisata religi ini” ujar dia.

“Kita semua berharap Raperda ini selesai dibahas sehingga bisa ditetapkan akhir tahun  ini. Jadi kita tunggu tanggapan dari Bupati dula baru bisa dirampungkan supaya disosialisasi secepatnya kemasyarakt,” tambahnya. (YOS)

Tinggalkan Balasan