Wakil Bupati Manokwari Robert Hammar (kanan). | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Duet Basaroh Tak Mau Pemerintahannya Berakhir sebagai Kreditur Bank

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Wakil Bupati Manokwari DR. Roberth KR. Hammar mengatakan, pilihan terburuk yang mungkin diambil Pemkab Manokwari untuk menutupi defisit anggaran pada APBD-P 2014 adalah melakukan pinjaman ke bank.

Kalau akhirnya pilihan itu yang diambil, dia mengingatkan, tim anggaran (TAPD) harus menghitung nilai pinjaman secara cermat agar tidak sampai kelewat membebani APBD induk 2015. Harus bisa dipastikan pinjaman yang diambil tersebut mampu dikembalikan pada tahun anggaran 2015.

Dia tidak ingin, masa pemerintahan Bastian Salabai dan Roberth Hammar (Basaroh) yang akan berakhir pada tahun 2015 dinodai dengan utang. Duet Basaroh akan resmi mengakhiri masa kepemimpinan mereka pada Februari 2016.

“Bupati dan Wabup tidak boleh tinggalkan utang seperti ini. Kalau utang untuk investasi publik jangka panjang, tidak jadi persoalan, tapi hanya untuk kekurangan APBD, itu harus mampu dikembalikan di 2015. Tidak boleh meninggalkan utang,” kata Hammar kepada awak media di kantor DPRD Manokwari, baru-baru ini.

APBD Manokwari tahun 2014 memang dilaporkan mengalami defisit mencapai puluhan miliar rupiah. Kabarnya, defisit itu timbul karena adanya kesalahan perhitungan proyeksi pendapatan dalam APBD induk 2014.

Hammar sendiri mengatakan dirinya belum tahu persis berapa angka pastinya karena masih perlu dilakukan perhitungan kembali bersama DPRD. “Ada yang katanya sampai 80 miliar, tapi saya berharap (setelah dilakukan perhitungan) sekitar 40 miliar,” ujarnya. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan