Rudi Timisela

Duet Golkar-Demokrat Disebut Kombinasi Ideal Tanpa Kegaduhan Politik

MANOKWARI, Cahayapapua.com—-  Koalisi dua partai besar yakni, partai Golkar dan Demokrat di pilkada Papua Barat disebut sebagai kombinasi ideal. Dan tidak akan menciptakan kegaduhan politik yang dapat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

“Ketika saudara Malak memenangkan pilkada Papua Barat. tidak akan terjadi kegaduhan politik. Gubernurnya datang dari Golkar, DPR nya dari Demokrat. Ini suatu kombinasi dan bisa bersinergi yang baik. Kalau berbeda bisa menciptakan kegaduhan politik,” kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, Rudi Timisela, Rabu (21/9/2016).

Dengan sedikit berkampanye, Rudi mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk merapatkan barisan dan menyatukan langkah untuk memenangkan kandidat Stevanus Malak dan Ali Hindom.

Kata Rudi, menjadi catatan bagi ketua-ketua partai Golkar di kabupaten/kota yang menjabat bupati, harus mengambil langkah-langkah taktis untuk memenangkan pasangan dengan tagline MADOM ini.

“Sangat berbanding terbalik jika satu daerah yang dipimpin oleh ketua Golkar dan bertarung kembali, dia menang tetapi saudara Malak tidak menang. Ini akan jadi catatan dan warning juga bahan evaluasi dalam perjuangan-perjuangan partai kedepan,” ujar dia.

Dengan demikian, ketua DPD di kabupaten/kota se-Papua Barat diingatkan untuk taat asas menjalankan perintah partai. Perintah sudah diamanatkan melalui rekomendasi dukungan kepada pasangan MADOM.

“Artinya, semua kader Golkar dalam tingkatan yang ada bahu membahu memastikan bahwa, kandidat yang kami usung harus menang,” tandasnya.

Optimisme MADOM akan memenangkan pilkada, tergambar dari visi pasangan terkait akselerasi pembangunan yang ditargetkan kepada rakyat di Papua Barat. Juga terjaganya soliditas di internal kader tetap pascamusda.

Kata dia, duet partai Golkar dan Demokrat juga berpengaruh dalam meningkatkan elektabilitas dua partai pada tahun politik yang akan datang. Ia membeberkan, deal politik yang menjadi tujuan memenangkan pilkada Papua Barat telah dicapai dalam koalisi besar ini.

“Deal politik kami hanya satu yakni, bagaimana rakyat bisa sejahtera. Waktu kepemimpinan hanya 5 tahun, rakyat harus sejahtera. Apapun partai politiknya, semua platform partai partai pasti rujukannya adalah rakyat sejahtera,” ujar Rudi lagi.

Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Papua dan Maluku DPP Partai Golkar, Victor May mengatakan, hasil survei lembaga Survei Data Indonesia (SDI) menjadi modal awal bagi partai Golkar ketika pertama menerima pendaftaran pasangan Stevanus Malak-Ali Hindom.

“Survei yang dibiayai oleh kandidat dan partai Golkar, saudara Malak memiliki elektabiltas dan popularitas yang tinggi. Ini menjadi barometer Golkar, juga Demorkat. Survei ini per akhir Juni 2016. Masih ada survei lagi usai pendaftaran di KPU,” jelasnya.

Viktor mengklaim hasil survei tersebut akurat. Juga hasil komprehensif yang bisa menjadi dasar untuk merepresentasikan keinginan masyarakat Papua Barat terhadap calon pemimpin daerah.

Ia membeberkan, tercapainya kata sepakat antara Golkar dan Demokrat untuk berkoalisi. Karena, partai Demokrat menjadikan Golkar sebagai rujukan.  “Ini dilihat baik oleh partai Demokrat sehingga berkoalisi dengan kami,” kata Sekretaris Korwil Golkar Papua Barat ini. (ALF)

Leave a Reply

%d bloggers like this: