ilustrasi_Dugaan Korupsi

Dugaan Korupsi Kantor KONI PB Polda PB : AR Tidak Sendiri, Kemungkinan Ada Tersangka Baru

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Dugaan kasus korupsi pembangunan kantor KONI Papua Barat yang menyeret salah satu pengusaha berinisial AR yang ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan merugikan Negara kurang lebih Rp 27 miliar, nampaknya akan menyeret tersangka baru.

Hal tersebut yang disampaikan Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP JH Sitorus saat diwawancarai, Kamis (29/10/2015) siang.

Kabid mengatakan untuk dugaan kasus korupsi tersebut tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

“Kasus korupsi itu kan tidak mungkin satu pelaku saja pasti ada tersangka lainnya, pasti banyak orang,” jelasnya.

Hal tersebut menurutnya bisa terjadi mengingat ada turut serta pelaku lainnya yang membantu tersangka melakukan kerugian Negara.“Pastikan ada yang saling membantu atau ikut serta berartikan ada Pasal 55,” ucapnya.

Kabid juga menegaskan, kedepannya akan ada penyitaan beberapa asset milik tersangka, karena saat ini para penyidik tengah menelusuri aliran dana hasil korupsi yang dilakukan oleh tersangka AR.

AR juga diduga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang, sehingga sejumlah asetnya akan disita.

Sebelumnya AR telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana pembangunan kantor KONI yang terletak di Kampung Susweni, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari.

Dimana AR diduga telah merugikan Negara sebanyak Rp 27 miliar lebih, dari pembangunan kantor tersebut.

“Dari empat belas saksi ini semua mengatakan mengarah kepada AR, karena dia yang melaksanakan pembagunan kantor tersebut,” tegasnya. |ADITH SETYAWAN