Lubang bekas galian sumur di Kampung Koyani. Sumur ini merupakan satu dari 4 sumur gali yang merupakan proyek tahun 2014. Sumur ini tidak bisa dilanjutkan karena berulang kali longsor.

Dugaan Manipulasi Pekerjaan Sumur Gali Kampung Koyani Dinilai Tak Benar

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Dugaan adanya manipulasi pekerjaan sumur gali di Kampung Koyani, Distrik Masni yang merupakan kegiatan tahun anggaran 2014 sebagaimana temuan DPRD Kabupaten Manokwari ternyata tidak terbukti.

Sebanyak 4 unit sumur gali di Kampung Koyani seluruhnya telah dikerjakan. Terdiri atas sumur 1 berada rumah Bapak Wilson Budiman di RT 05/RW 02, sumur II di rumah Bapak Berti juga RT 05/RW 02, sumur III di rumah Bapak Lazarus di RT 04/RW 02 dan sumur IV di rumah Bapak Niko Koyani (almahrum) di RT 02/RW 01.

Menurut Wilson Budiman, penanggung jawab pekerjaan yang juga adalah mantan sekretaris kampung Koyani, proses pekerjaan dimulai dari bulan Oktober 2014 hingga finishing pada Januari 2015. Kedalaman sumur bervariasi antara 7 meter sampai yang terdalam 14 meter.

Namun demikian, dari 4 sumur itu, 3 sumur berhasil dituntaskan dan sudah bisa difungsikan. Satu sumur yakni sumur III tidak bisa terselesaikan karena berulang kali mengalami longsor. Sudah sempat dilakukan penggalian baru namun tetap saja longsor sehingga akhirnya tidak dilanjutkan.

“Kita sudah gali 6 meter dan sudah dapat air tapi kemudian longsor. Kita gali di tempat baru lagi, longsor juga. Kita sudah keruk dua kali tapi tetap longsor terus. Kita tidak berani paksa karena takut bisa jatuh korban, “ jelas Budiman, Selasa (8/9/2015) di kampung Koyani.

Budiman kemudian mengajak Cahaya Papua melihat langsung kondisi dari ke-4 sumur tersebut. Dia juga memperlihatkan dokumentasi sewaktu proses penggalian sumur dilakukan.

“Jadi tidak benar kalau dikatakan ada sumur yang tidak dikerjakan. Hanya satu saja yang tidak bisa dilanjutkan karena longsor terus. Tapi kan mau dapat air atau tidak tetap kita bayar. Jadi memang anggarannya sudah terserap, “ujar Budiman yang sekarang menjabat Kaur Pembangunan Kampung Koyani.

Budiman tidak merinci berapa besar anggaran untuk masing-masing sumur. Namun untuk setiap sumur, selain pembuatan sumurnya sendiri yang menggunakan konstruksi gorong-gorong, disediakan satu unit profil tank ukuran 800 liter termasuk bangunan untuk dudukannya juga ditambah satu unit pompa.

Dari pantauan Cahaya Papua, sumur IV tidak dipasangi profil tank. Menurut Budiman, hal itu memang sesuai kesepakatan warga setempat.

“Warga di sini mau dari sumur langsung dikonek ke kamar mandi. Jadi profil tank diganti dengan pipa untuk langsung dihubungkan dengna tempat MCK, “ jelas dia.

Hal ini juga dibenarkan Zakarias Mayor, warga RT 02/RW 01. Dia mengaku senang karena dengan adanya sumur mereka tidak lagi kesulitan air. “Kami sudah nikmati airnya jadi tidak perlu ambir jauh lagi. Tapi sekarang ini panas jadi sumur kering, “ ucap Mayor yang mengaku akan memperdalam lagi sumur tersebut.

 

Siap Lanjutkan

Sementara itu untuk sumur III yang belum bisa difungsikan karena tertutup longsoran, Kabid P2L Simon Koromat memastikan akan dilakukan penggalian kembali.

“Saya sudah minta Bapak Budiman untuk menggali lagi dan sudah disanggupi, “ kata Koromat yang turut serta dalam peninjauan kemarin.

Budiman sendiri mengaku siap melanjutkan penggalian untuk sumur III. Di lokasi sumur III sudah terbangun dudukan untuk profil tank.

“Ini sudah menjadi tanggungjawab kami, jadi kami akan coba gali kembali. Mudah-mudahan tidak longsor lagi, “ ucapnya lagi.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, dalam hearing usai DPRD melakukan monitoring lapangan menindaklanjuti LKPJ Bupati tahun 2014, anggota dewan mempersoalkan pekerjaan sumur gali di Kampung Koyani.

Dewan menyimpulkan pekerjaan sumur gali itu tidak dikerjakan sebagaimana mestinya. Bahkan ada kesan Dinas PU memberikan laporan fiktif lantaran di dalam LKPJ disebutkan telah selesai 100 persen sementara di lapangan didapatkan pekerjaan belum tuntas seluruhnya.

Para wakil rakyat juga menilai anggaran proyek yang mencapai 200 juta lebih dianggap tidak wajar karena sumur gali dianggap bukan pekerjaan yang rumit. |ZACK TONU BALA

 

Tinggalkan Balasan