Riset menemukan bayi Australia sulit memahami pelafalan abjad yang diucapkan warga Australia.

Duh! Bayi Australia Sulit Pahami Bahasa Ibunya

SYDNEY, CAHAYAPAPUA.com– Peneliti di Sydney menemukan bayi-bayi di Australia kesulitan memahami aksen lokal atau dialek Bahasa Inggris warga Australia. Penelitian ini mendapati bayi di Australia justru lebih mudah memahami Bahasa Inggris yang diucapkan orang Kanada.

Riset menemukan bahwa bayi Australia sulit memahami pelafalan abjad yang diucapkan warga Australia.  Hingga saat ini orang meyakini kalau anak-anak akan lebih mudah menyerap kata-kata baru yang disampaikan dengan menggunakan bahasa ibu atau native language mereka sendiri.

Namun peneliti dari Universitas Western Sydney (UWS) mendapati kalau beberapa suara vokal atau bunyi pelafalan huruf tertentu dalam alphabet  dikalangan warga Australia justru tidak memudahkan bayi mempelajari kata-kata baru.

Profesor Paola Escudero dalam riset ini berusaha mencari tahu mengapa bayi-bayi di Australia tidak bisa mengenali sejumlah suara vokal dalam aksen bahasa ibu atau bahasa lokal Australia.

“Banyak kajian menunjukan ada bias mengenai bahasa ibu, sehingga anak-anak lebih menyukai bahasa ibu mereka karena mereka memang memilihnya,” katanya.

“Jika memang teori itu benar, harusnya bayi-bayi di Australia lebih mudah mempelajari kata-kata dengan menggunakan bahasa Inggris Australia lebih cepat dan lebih mudah tanpa mengalami kesulitan,”

Peneliti mempelajari penyerapan kata-kata baru dikalangan belasan bayi AUstrala yang  berusia 15 bulan.

“Kami hendak mencoba melihat apakah anak-anak lebih sulit jika mendengar kata-kata baru yang diucapkan dalam satu aksen terhadap aksen lain dalam Bahasa Inggris. Karena ada banyak variasi dalam cara kita mengucapkan sebuah kata,” kata Prof Escudero.

Dalam riset ini peneliti mengajarkan bayi-bayi itu kata ‘deet’ dengan memainkan suara rekaman dan menunjukan kartu bergambar yang memiliki kait dengan kata yang diajarkan,”

Kemudian peneliti mengetes apakah bayi mempu mengenai kata ‘deet’ yang diubah menjadi “dit” atau “doot”.

Ketika mendengarkan pembicara yang berasal dari orang Australia, mereka tidak mengenali perubahan suara vokal.  Sebaliknya mereka lebih mudah mengenali perubahan di kata itu jika yang berbicara adalah orang  Kanada.

“Alasan mengapa bayi Australia sulit memahami aksen Bahasa Inggris warga Australia adalah karena suara vokal atau pelafalan abjad di kalangan orang Australia banyak yang mirip: sehingga ada lebih banyak pelafalan huruf yang mirip dalam dialek Inggris Australia ketimbang dalam dialek Inggris Kanada,” kata peneliti Dr Karen Mulak dari Institut MARCS di UWS.

Menurut Dr. Mulak, pada usia 15 bulan otak  bayi mampu mengenali suara-suara dan menyerapnya karena itu perbedaan pelafalan bunyi sebuah huruf bisa sangat menyulitkan mereka.

“Kemampuan meyerap kata itu sangat bergantung pada seberapa beda atau jelasnya bunyi huruf  yang diucapkan secara keseluruhan,”

Penelitian ini juga berusaha mencari tahu alasan mengapa para pendatang yang bukan berasal dari negara berbahasa inggris juga mengalami kesulitan mengenali aksen bahasa Ingris orang Australia.

“Sangat menarik mempelajari Bahasa Inggris yang dipergunakan luas di dunia, tapi faktanya masing-masing aksen individual memberikan tantangan yang berbeda bagi pendengarnya dan menyulitkan anak-anak untuk mempelajari bahasa pertama mereka,”

Saat ini peneliti juga tengah mempelajari apakah anak-anak bayi yang berusia lebih tua mampu memahami  perubahan suara vokal. Selain itu mereka juga akan mempelajari apakah bayi-bayi  akan lebih mudah mempelajari aksen Australia. | ABC NEWS-Bridget Brennan

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan