Foto bersama peserta pelatihan petugas survei konversi gabah ke beras 2018 Provinsi Papua Barat. Elyas Estrada/Cahaya Papua

Dukung pencapaian ketahanan pangan, BPS gelar pelatihan KGB

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papa Barat mendukung pencapaian prioritas nasional ketahanan pangan yang merupakan program pemerintah. Wujud dukungan itu dengan memberi pelatihan kepada petugas survei Konversi Gabah ke Beras (KGB) pada Rabu (21/2) di Aston Niu Hotel Manokwari.

Ketua Panitia Suryana menjelaskan, Peserta Pelatihan Petugas (PCS dan PMS) Survei Konversi Gabah ke Beras (SKGB) Tahun 2018 Provinsi Papua Barat, terdiri dari 14 orang berasal dari BPS Kabupaten Fakfak, Teluk Bintuni, Manokwari, Sorong, Raja Ampat dan Manokwari Selatan.

“Tujuan pelatihan ini untuk menyiapkan petugas yang menguasai seluruh konsep dan definisi, serta mekanisme pelaksanaan SKGB,”ujarnya

Kepala BPS Papua Barat, Endang Retno Sri Subiyandani dalam sambutanya mengatakan, data BPS khususnya data pertanian tanaman pangan masih diragukan oleh banyak pihak.

Selama ini Indonesia dianggap surplus beras, tetapi kenyataannya masih juga impor beras bahkan harga beras pun semakin naik. Ini mengindikasikan ada yang kurang benar dalam survei-survei pertanian selama ini. “Pengukuran luas tanam dan luas panen yang selama ini dilakukan dengan pandangan mata, tidak dapat menjamin keakuratan luas tanam dan luas panen,” ucapnya.

Agar pengukuran luas tanam dan luas panen akurat,  BPS diminta mengumpulkan data dengan menggunakan Keranga Sampel Area (KSA) untuk mengoreksi luas tanam dan luas panen.

Mengingat pentingnya akurasi data tanaman pangan, kata dia, pemerintah  telah  memasukkan agenda perbaikan data statistik pangan sebagai kegiatan prioritas  dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018.

Sekretaris Tim Upsus Pajale Dr. drh. Maya Purwanti, MS saat diwawancarai terpisah mengungkapkan, sektor pertanian khususnya  tanaman  pangan,  memiliki  peran  vital dalam menunjang kehidupan sebagian besar penduduk Indonesia. Sehingga program kedaulatan pangan masih menjadi prioritas utama agenda pembangunan pemerintah sampai saat ini.

“Ini  tertuang  dalam program Nawacita yakni, mewujudkan kemandirian ekonomi nasional  dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.  Salah  satunya sektor  pertanian  melalui upaya membangun dan  mewujudkan  kedaulatan pangan,” pungkasnya. |Elyas Estrada

Leave a Reply

%d bloggers like this: