Warga Kampung Yenenas, Distrik Batanta Selatan, Raja Ampat, menyambut calon wakil gubernur Papua Barat yang berpasangan dengan Dominggus Mandacan, Mohamad Lakotani.

Dukungan untuk DOAMU Terus Mengalir

SORONG, Cahayapapua.com— Memenuhi undangan warga, calon wakil gubernur Papua Barat yang berpasangan dengan Dominggus Mandacan, Mohamad Lakotani, mengunjungi Raja Ampat, Kota Sorong dan Manokwari, sejak Sabtu pekan lalu hingga kemarin.  Selain berbuah dukungan politik, rangkaian pertemuan ini merangkum berbagai aspirasi dan pandangan masyarakat yang dititipkan warga kepada pasangan Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani (DOAMU). 

Kamis (27/1) malam lalu, Lakotani didaulat berbicara di hadapan para pengembang perumahan rakyat dari Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat (Aspernas) dan Real Estate Indonesia (REI) di KM 12 Sorong.

Ketua Aspernas Papua Barat, Franky Kambey menyatakan, para pengembang membutuhkan dukungan kepemimpinan daerah yang berkomitmen kuat dalam upaya pengembangan perumahan rakyat. Pihaknya masih mendapat tatangan berat dari aspek perijinan.

“Di daerah, perijinan dan penerbitan IMB sangat lamban. Ada anggota kami yang menunggu penerbitan hingga 2 tahun. Ini sangat mengganggu kinerja Pengembang padahal perumahan merupakan salah satu prioritas pemerintah dimana pengembang adalah mitranya,” ungkap Kambey.

Lakotani menyatakan, pada dasarnya visi dan misi DOAMU menyasar upaya perbaikan tata kelola pemerintahan. Termasuk dalam aspek perijinan. Itu sebabnya pihaknya berkomitmen mendorong implementasi pelayanan terpadu satu pintu hingga di tingkat kabupaten/kota.

Untuk isu perumahan, kata Lakotani, perlu untuk mendorong agar masyarakat berpendapatan rendah dan pekerja di sektor informal bisa mengakses perumahan yang terjangkau misalnya lewat skema subsidi.

Namun hal itu perlu diperkuat dengan regulasi di tingkat kota  yang tujuannya untuk meminimalkan beban rakyat misalnya lewat penurunan biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTP) yang selama ini ditanggung oleh pembeli.

“Jika ada celah menggunakan dana Otsus untuk mensubsidi BPHTP, itu pasti dilakukan. Lebih baik lagi jika BPHTP diturunkan apalagi kalau hanya diatur oleh Perda. Butuh kepemimpinan yang kuat untuk mendorong ini,” sebut mantan Kepala Sekretariat Unit percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B) ini.

Sehari berikutnya, Lakotani mengunjungi Distrik Batanta Selatan, Kabupaten Raja Ampat. Lakotani yang hanya ingin berakhir pekan justru disambut meriah oleh ratusan warga dari berbagai kampung lengkap dengan prosesi adat, tari-tarian, nyanyian rakyat dan suling tambur. Sambutan perahu warga bermula ketika kapal yang ditumpanginya mulai masuk di selat Batanta. Ia diarak keliling kampung Yenenas sebelum berdialog dengan warga.

Bertelanjang kaki saat  berbicara, Lakotani memulai paparannya di hadapan warga dengan tema-tema soal demokrasi, hak politik, partisipasi politik dan kepemimpinan. “Saya tidak menggunakan pertemuan ini untuk berkampanye karena bupan pada tempatnya. Tetapi saya merasa penting untuk meminta bapak, ibu saudara-saudari menggunakan hak politik itu dengan baik. Pilihan yang baik akan melahirkan pemimpin yang benar-benar sungguh melayani dan punya hati bekerja untuk rakyat,” ajaknya di balai kampung.

Warga pada umumnya mengeluh karena merasa tidak pernah mendapatkan bantuan perahu seperti kawasan pesisir lainnya. Padahal mayoritas warga adalah nelayan. Itu sebabnya warga meminta pasangan DOAMU memperjuangkan hal itu jika ditakdirkan terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur. Di akhir dialog, perwakilan warga dari sejumlah kampung menyatakan dukungan dan kesiapannya memenangkan DOAMU. “Kami yakin bahwa bapa Dominggus dan Bapa Lakotani yang punya pengalaman dari bawah, benar-benar bisa memperjuangkan rakyat, mengangkat martabat kami,” sebut perwakilan warga.

Usai mengunjungi Batanta Selatan, Lakotani menyempatkan diri memenuhi undangan warga untuk mengunjungi kampung pesisir di Pulau Jefman, Raja Ampat. Pada kesempatan yang sama, ia mengajak warga menggunakan hak pilihnya. Dari pulau ini Lakotani bertolak ke Kota Sorong berdialog dengan perwakilan keluarga Toraja dari sejumlah pilar keluarga.

Di Manokwari, Kemarin, Lakotani memenuhi undangan Forum Peduli Olahraga Provinsi Papua Barat yang dinisiasi oleh sejumlah mantan atlet berprestasi, atlet dan pelatih sejumlah cabang olahraga. Selain mendapat dukungan politik dari para komunitas ini, para mantan atlet juga menitipkan aspirasi kepada pasangan Doamu.

“Dulu Manokwari adalah pemasok atlet berbakat sepakbola, tinju dan atletik. Tapi sekarang setelah menjadi ibukota Papua Barat keadaannya justru memprihatinkan. Kami berharap DOAMU membenahi ini jika terpilih, termasuk agar memperjuangkan kesejahteraan para mantan atlet,” pinta Piet Suabey, mantan punggawa Perseman. (RD1)

Tinggalkan Balasan