Sekretaris Dinas Pendidikan Manokwari, Martinus Dowansiba.

Dunia pendidikan kecam seragam sekolah di tempat karaoke

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Terungkapnya para ladies di tempat hiburan malam (THM) Karaoke Double Qyu, yang menggunakan atribut seragam sekolah dan melayani tamu sambil menenguk minuman keras (Miras) dikecam oleh dunia pendidikan Manokwari.

Kecaman dilontarkan Sekretaris Dinas Pendidikan Manokwari Martinus Dowansiba. “Kejadian itu bisa memberi kesan ke masyarakat yang tidak etis. Apalagi seragam sekolah itu merupakan simbol atau identitas dari pendidikan. Tempat hiburan harusnya wajib memperhatikan aspek moral maupun kesusilaan,” ujar Martinus, Rabu.

Martinus mengatakan terungkapnya penggunaan segaram sekolah di karaoke membuktikan mereka tidak menghormati dunia pendidikan. Oleh sebab itu, dia mendesak pimpinan daerah mengambil sikap dan memberi sanksi tegas kepada karaoke Double Qyu.

“Bila perlu bekukan sementara izinnya agar jadi pelajaran. Terkait hal ini kami akan segera mendiskusikan kepada pimpinan daerah, dan kami juga akan melakukan aksi agar kepolisian segera menindaklanjuti hal ini dengan baik,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Ketua PGRI Kabupaten Manokwari Lucas Weno. Lukas mendesak bupati Manokwari memberikan sanksi tegas terhadap pengelola Double Qyu sebagai pelajaran kepada karaoke lain untuk menghormati norma kesusilaan.

“Penggunaan atribut sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA oleh para pekerja malam atau ladies tersebut harus mendapat sanksi yang tegas. Jangan terkesan ada pembiaran dari pihak penyidik kepolisian yang menanganinya,” Lukas menegaskan.

Sebelumnya personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Papua Barat sempat mengamankan 6 ladies pemandau karaoke di Double Qyu Karaoke yang memakai seragam sekolah SD, SMP dan SMA saat bekerja melayani tamu. Para ladies ini dinilai telah melecehkan dunia pendidikan.

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hary Supriyono, Selasa (12/9) menuturkan, polisi mendatangi Double Qyu Karaoke berdasarkan laporan masyarakat.

Penggeledahan menurut Hary dilakukan pada Sabtu (9/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT dipimpin AKP Agustina Sineri dan AKP Gultom. “Di dalam karaoke ditemukan beberapa ladies menggunakan seragam sekolah,” ujar Hary.

Dia mengatakan para ladies tersebut tidak berstatus sebagai pelajar. Mereka disebut menggunakan seragam sekolah atas inisiatif sendiri untuk memberi nuansa baru dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Double Qyu Karaoke yang pertama. Para ladies tersebut berinisial RS, Yl, YS, ET, Rm dan VT.

Hary mengatakan polisi juga telah memintai keterangan RW selaku pemilik, JR selaku manajer serta RS selaku koordinator ladies Double Qyu Karaoke ini. (cr-80)

Tinggalkan Balasan