Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: include_once(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php:70) in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 1164
Eferth Wanma: Pasal 122 UU MD3 berlebihan dan anti demokrasi - Cahaya Papua
Wakil Ketua DPD PSI Manokwari, Papua Barat, Eferth William Wanma

Eferth Wanma: Pasal 122 UU MD3 berlebihan dan anti demokrasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Substansi pasal 122 huruf K dalam UU MD3 yang kontroversial dinilai melenceng dari semangat keterwakilan rakyat di lembaga legislatif. Pasal ini bahkan membuka peluang kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang bersikap opisisi dan kritis terhadap lembaga perwakilan rakyat. 

Wakil Ketua DPD PSI Manokwari, Papua Barat, Eferth William Wanma menilai pasal yang memuat langkah hukum dan atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR, berlebihan dan anti demokrasi.

“Ini proteksi yang menurut saya salah dan berlebihan. Bentuk ketakutan pada kritik. Bukankah warga juga mempunyai hak untuk mengawasi wakil-wakil mereka? Ini bisa membungkam suara publik,” kata Eferth, di kantor DPD Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Manokwari, kemarin.

Menurut Eferth, tidak layak bagi DPR untuk menggunakan tangan aparat hukum menghadirkan pihak-pihak, terutama pihak yang akan dianggap merendahkan DPR. Sementara di saat yang sama DPR terkesan ingin berlindung menggunakan UU yang dibuatnya sendiri untuk menghindari proses penyidikan dengan meminta izin dari organ internalnya sendiri.

Eferth menyatakan menolak klausul pada pasal tersebut dan mendukung langkah legal-konstitusional jika DPP PSI hendak mengajukan uji materil pasal ini ke Mahkamah Konstitusi.

Pasal yang mengatur pemanggilan dan permintaan keterangan kepada anggota DPR yang harus melewati pertimbangan MKD juga menimbulkan tanda tanya.  Pasalnya pada 2015, Mahkamah Konstitusi pernah memutus bahwa penyidikan anggota DPR yang diduga melakukan tindak pidana tidak perlu mendapatkan izin dari MKD. |Adlu Raharusun

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: