Mantan Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw usai diperiksa penyidik Polda Papua Barat, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kapal LCT di Pemkab Sorong Selatan tahun 2007, di Manokwari, Sabtu lalu.

Eks Bupati Sorsel penuhi panggilan penyidik Polda

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Mantan Bupati Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) Otto Ihalauw, memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Papua Barat, terkait dugaan korupsi pengadaan Kapal Cargo (LCT) tahun 2007, Sabtu lalu.

Pantauan langsung Cahaya Papua,Otto Ihalauw yang menggunakan kemeja batik warna hijau dan didampingi penasehat hukumnya, Haris Nuhulete, tiba di Mapolda Papua Barat sekira pukul 10.30 WIT dan langsung memasuki ruangan penyidik.

Haris Nuhulete membenarkan kehadiran kliennya itu untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan Kapal Cargo atau LCT, saat Otto Ihalauw masih menjabat sebagai Bupati Sorsel.

“Jadi benar, pemeriksaan ini terkait dengan pengadaan Kapal Cargo. Dan beliau diperiksa karena berkaitan dengan kebijakan beliau sebagai kepala daerah saat itu,” terang Nuhulete.

Dia mengatakan, kliennya dicecar lebih dari 20 pertanyaan oleh penyidik, yakni seputar kebijakan yang diambil saat menjabat sebagai Bupati Sorsel.

Menurutnya, kebijakan yang diambli kliennya kala itu, bukanlah suatu penyimpangan melainkan faktor kebutuhan situasional daerah yang mendesak.

“Hal yang menjadi alasan pengadaan (Kapal Cargo) waktu itu, karena kondisi Sorsel sangat membutuhkan transportasi laut untuk menghubungkan daerah ke daerah lainnya,” kata dia.

Saat ditanya terkait adanya dugaan proses lelang pengadaan yang tak memenuhi prosedur dan dugaan kapal yang dibeli merupakan barang bekas, Nuhulete enggan menjawabnya. Ia menyarankan hal itu dikonfirmasli langsung ke instansi teknis di Sorsel.  “Itu alangkah baiknya ditanyakan langsung kepada SKPD tersebut, secara teknis mereka lebih tahu,” tutupnya.

Diketahui, pengadaan Kapal Cargo milik Pemda Sorsel 2007 dengan nilai proyek Rp4,5 Miliar, tendernya dimenangkan Direktur Indo Nur Jaya H.N yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hari Supriyono menjelaskan, mantan Bupati Sorsel ini diperiksa sebagai saksi berdasarkan P19 atau petunjuk jaksa peneliti dalam berkas pemeriksaan tersangka H.N.

“Mantan Bupati Sorsel ini baru satu kali diperiksa terkait kasus Kapal Cargo. Dan dia diperiksa sebagai saksi berdasarkan petunjuk dari jaksa,” terangnya. (mar)

Tinggalkan Balasan