Ilustrasi. |Ist

Eks Kepala Bappeda Kota Sorong Dituntut 18 Bulan Penjara

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—- Mantan Kepala Bappeda Kota Sorong, Markus IEK (48) dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tipikor Papua Barat dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Piter Dawir SH, dengan tuntutan 18 bulan penjara.

Selain itu, terdakwa dikenai pula denda senilai Rp 50 juta atau subsider 3 bulan kurungan tanpa membayar uang pengganti. Kerugian negera yang ditimbulkan dalam perkara ini senilai Rp 2.218.827.774. Namun sudah dikembalikan terdakwa.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 3, jo Pasal 18 ayat (1) (2),(3) UU RI Nomor 31 Tahun 1999, Jo Undang Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Maryono, SH didampingi dua hakim anggota dan dihadiri pula oleh penasehat hukum terdakwa Aris Nurlete, SH, menunda sidang hingga pekan depan, dalam agenda tangapan terdakwa atas tuntutan yang diberikannya.

Markus IEK diseret ke meja hijau terkait kasus dugaan korupsi dana pelantikan Walikota Sorong. Sumber dana APBD tahun 2012 senilai Rp 2.218.827.774.

Modus penyelewengan dana pelantikan walikota dan Wakil Walikota Sorong terdakwa Drs. Markus IEK. M.Si, menetapkan harga kebutuhan setiap seksi dengan perkiraan sendiri, tanpa ada pertimbangan kewajaran maupun standart harga kebutuhan setiap seksi.

Pencairan dana melalui SP2D-TU senilai Rp 5 miliar, namun hasil perhitungan bukti pengeluaran yang sah dan dapat dipertanggung jawabkan senilai Rp 2.781.472.226. Ini mengakibatkan kerugian Negara senilai Rp 2.218.827.774. |TAKDIR

Tinggalkan Balasan