Ilustrasi. |Ist

Eks Kepala BNI Manokwari Belum Diperiksa sebagai Tersangka

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua belum memeriksa Eks Kepala Bank BNI Cabang Manokwari Roy Letlera sebagai tersangka kasus dugaan korupsi APBD Papua Barat tahun 2012 sebesar Rp. 78 miliar.

“Agenda pemeriksaan sudah disusun penyidik, kami tinggal menunggu petunjuk pimpinan Kejati Papua yang baru untuk melakukan pemanggilan di sertai pemeriksaan terhadap tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi, Jayapura,” kata Koordinator Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua, Alex Nuraya, saat dihubungi, Minggu (23/11/2014).

Alex mengatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua yang baru, Herman Da Silva saat ini masih melakukan dinas di luar kota.

Meski demikian, ia mengatakan, akan mengupayakan agar Roy Letlera dipanggil dalam waktu dekat.

Sementara itu, Eks Sekda Papua Barat Marthen Luther Rumadas yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, menurut dia, hingga saat ini masih menjalani perawatan di Jakarta, berdasar informasi yang ia peroleh dari tim pengacara tersangka.

Ia mengungkap, baru- baru ini penyidik Kejaksaan Tinggi Papua melakukan koordiansi dengan PPATK di Jakarta untuk mengusut aliran dana ke pejabat di Papua Barat dalam kasus tersebut, namun tidak ditemukan adanya aliran dana yang masuk kerekening pejabat lain.

Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi menurut Alex mengusulkan kepada penyidik Kejati Papua untuk menyediakan ahli dalam perkara ini, namun menurut Alex, hal tersebut belum diperlukan. “Yang kita cari dulu kemana aliaran dana itu mengalir,” katanya.

Selain Roy Letlera dan Marhen Luther Rumadas, Kejati Papua juga menetapkan Direktur Utama PT Putra Papua Perkasa Rico Sia, yang kini bersama Roy telah mendekam di sel tahanan Lapas Abepura Jayapura, sebagai tersangka. |TAKDIR

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan