Simson Laulang. | Dok CAHAYAPAPUA.com

Eks Kepala Otoritas Bandara Rendani Divonis Bersalah

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—  Mantan Kepala Otoritas Bandara Rendani Manokwari, Simson Laulang divonis Ketua Majelis Hakim Maryono satu tahun tiga bulan penjara  dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tipikor Papua Barat, Rabu (4/3/2015). Selain vonis penjara, majelis hakim juga memberikan denda senilai Rp 50 juta atau subsider 1 bulan kurungan.

Menurut pertimbangan majelis hakim, terdakwa Samson Lulang terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi, seperti telah diatur dalam pasal 3 ayat 1, Undang- Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Undang- Undang Nomor 20 tahun 2001, perubahan atas Undang- Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas perbuatannya, terdakwa Samson Laulang memilih untuk pikir –pikir selama tujuh hari, sejak amar putusan ini dibacakan hakim, aksi serupa pun dilontarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Deciana, SH memlih untuk pikir-pikir.

Vonis diberikan majelis hakim lebih ringan dua bulan dari tuntutan JPU, dimana dalam tuntutan jaksa, terdakwa Samson Laulang dituntut 1 tahun 5 bulan penjara, serta denda Rp 50 juta atau subsider 4 bulan kurungan, atas perbuatannya melakukan tindak pidana korupsi, seperti diatur dalam pasal 3 ayat 1, Undang- Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Undang -Undang Nomor 20 tahun 2001, perubahan atas Undang- Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara dalam sidang selanjutnya, terdakwa Jonar Simamora, selaku Penjabat Pelaksana Kegiatan (PPK) di kantor Otoritas Bandara Rendani Manokwari divonis majelis hakim satu tahun tiga bulan penjara, serta denda Rp 50 juta atau subsider dua bulan kurungan.

Menurut pendapat hakim, terdakwa Jonar Simamora terbukti sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi, melanggar pasal 3 ayat 1, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001, perubahan atas Undang- Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas vonis diberikan majelis hakim, terdakwa Jonar Simamora, memilih pikir- pikir selama tujuh hari dari vonis  majelis hakim. Hal serupa juga di layangkan oleh Jaksa, yang memilih untuk pikir-pikir.

Vonis diberikan majelis hakim lebih ringan tiga bulan dari tuntutan Jaksa, dimana jaksa menuntut terdakwa Jonar Siamora satu tahun enam bulan penjara, serta denda Rp 50 juta atau subsider empat bulan penjara.

Jaksa berpendapat terdakwa Jonar Simamora terbukti secara sah bersalah, melanggar pasal 3 ayat 1, Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo undang undang nomor 20 tahun 2001, perubahan atas undang uandang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara kedua terdakwa, Samson Laulang dan Jonar Simamora sudah tidak lagi dibebankan membayar uang pengganti, senilai Rp 564.651.880 atas kasus dugaan korupsi penyelewengan dana di kantor Otoritas Bandara Rendani Manokwari tahun 2012.

Penasehat hukum terdakwa, Demianus Waney, SH, ketika di temui usai sidang mengakui jika kedua kliennya terbukti bersalah melakukan penyimpangan berdasarkan aturan presiden nomor  4 tahun 2010. |TAKDIR

Tinggalkan Balasan