Ilustrasi korupsi. | Ist

Penyidik Kejati Papua Periksa Eks Pimpinan BNI Cabang Sorong

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Eks Pimpinan BNI Cabang Sorong Ir. Geovani diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi Papua di Jayapura, Papua, baru – baru ini terkait dugaan korupsi APBD Pemprov Papua Barat Tahun 2012, senilai Rp. 78 Miliar yang menyeret bekas Sekda Papua Barat M.L. Rumadas dan Dirut PT. Putra Papua Perkasa Rico Sia. Geovani diperiksa sebagai saksi.

Geovani menjalani pemeriksaan selama 6 jam dengan 26 pertanyaan seputar pemblokiran rekening oleh BNI Cabang Sorong terhadap uang senilai Rp. 78 Miliar pada bank tersebut.     

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Elisa Sahat Maruli Hutagalungyang dikonfirmasi CAHAYAPAPUA.com, Selasa (28/10/2014), membenarkan pemeriksaan Geovani.

“Penyidik memanggil 3 saksi dari Bank BNI, namun hanya 1 yang baru hadir. Penyidik akan kembali melayangkan surat pemanggilan kedua terhadap saksi-saksi yang belum hadir,” kata Hutagalung.

Proses penyelidikan kasus penyalahgunaan dana APBD Pemprov Papua Barat Tahun 2012 senilai Rp. 78 Miliar dan tidak dilengkapi bukti laporan pertanggungjawaban ini juga menggandeng penyidik KPK dan PPATK. Kerjasama penyidik Kejati Papua dengan penyidik KPK dan PPATK guna menelusuri aliran dana ke sejumlah oknum-oknum yang masih dalam tahap penyelidikan.

“Saat ini Kejaksaan Tinggi Papua sedang di utus ke Jakarta dan menunggu laporan hasil koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK, untuk melakukan pengecekan aliran dana senilai Rp. 78 Miliar yang diduga mengalir ke sejumlah oknum pejabat Pemprov Papua Barat,” ungkap Hutagalung.

Sejak kasus ini bergulir penyidik Kejati telah menetapkan dua tesangka yakni bekas Sekda Papua Barat M.L. Rumadas dan Dirut PT. Putra Papua Perkasa Rico Sia. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti yang sudah dikantongi penyidik Kejati. |TAKDIR

EDITOR: JUSRIWANTO

Tinggalkan Balasan