Peserta ekspedisi NKRI Papua Barat kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Wondama dan Teluk Bintuni usai mengikuti upacara penyambutan di lapangan Borarsi Manokwari, kemarin. Hari ini peserta dilepas menuju lokasi ekspedisi.

Ekspedisi NKRI Diyakini Mampu Kenalkan Potensi Wisata Baru

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Ekspedisi NKRI koridor Papua Barat diyakini mampu mendorong pengenalan sejumlah potensi wisata baru di Papua Barat ke dunia luar. Salah satu lokasi yang dibidik untuk dikenalkan adalah potensi wisata Teluk Triton, di Kaimana.

Pangdam 17 Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, Teluk Triton yang kaya potensi wisata bisa dikenalkan lebih luas ke dunia luar karena dalam ekspedisi tersebut akan diungkap sejumlah kekayaan daerah itu yang belum dikenal.

“Di Kaimana itu Teluk Triton punya kekayaan wisata bahari yang tidak kalah menarik dengan Raja Ampat. Ini belum begitu dikenal masyarakat dunia. Padahal disana terdapat berbagai jenis ikan ada hampir di seluruh dunia,” kata Hinsa di Manokwari, kemarin.

Sebelum ke Manokwari, Hinsa lebih dulu mengunjungi Kaimana untuk melakukan upacara penyambutan tim ekspedisi Kaimana. Ia mengatakan telah meminta tim ekspedisi di daerah itu untuk juga betul-betul menggali kekayaan potensi bahari di daerah itu.

Hinsa berada di Manokwari mengikuti upacara penyambutan tim ekspedisi Papua Barat untuk kabupaten Teluk Wondama, Teluk Bintuni dan Manokwari Selatan.

Upacara tersebut dihadiri sekitar 500 orang yang merupakan tim ekspedisi tiga wilayah tersebut, termasuk para pejabat TNI Polri, dan petinggi daerah Papua Barat dan Manokwari.

Hinsa mengklaim ekspedisi Papua Barat di 8 kabupaten mampu menggali pengetahuan tentang potensi wilayah ini dari sektor pariwisata, sumber daya alam serta budaya lokal. “Ini menguntungkan serta bermanfaat luas bagi masyarakat,” kata Hinsa.

Ia juga mengatakan ekspedisi ini merupakan sarana menumbuhkembangkan semangat generasi muda untuk mengetahui segala aspek di wilayah Papua Barat.

Terlepas dari itu, Hinsa menilai pandangan yang mengkritik ekspedisi Papua Barat tidak perlu di tanggapi. Ia menilai pandangan-pandangan tersebut adalah wajar di era demokrasi.

“Silahkan ada yang menebar statemen, namun kembali kita lihat berapa orang sih mereka, saya pikir masyarakat juga semakin pintar, semakin canggih menggunakan alat komunikasi,” kata dia.

Di tempat yang sama, Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Royke Lumowa mengatakan ekspedisi ini memiliki manfaat luar biasa bagi generasi muda untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta bela negara.

Ekspedisi Papua Barat dilakukan di 8 kabupaten yakni Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Sorong Selatan, Kota Sorong dan Fakfak dan Maybrat. Tim untuk tiap kabupaten sekitar 150 orang terdiri dari unsur TNI/Polri, akademisi, mahasiswa dan PNS. |ADLU RAHARUSUN