Elisa Sroyer.

Elisa Sroyer teteskan air mata saat berbicara kepada media

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan sirkuit motor prix di satuan pemukiman (SP) 6, Distrik Masni, Elisa Sroyer dan Zeth Ayal, Rabu (10/1), diserahkan penyidik Tipikor Polres Manokwari ke Kejaksaan Negeri Manokwari. Kedua tersangka tersebut langsung diperiksa selama satu jam lebih.

Dalam kasus tersebut Elisa Sroyer berperan sebagai pihak yang bertanggungjawab melakukan pengadaan lahan sirkuit motor prix, sementara Zeth Ayal yang merupakan Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Distrik Masni, berperan sebagai pembayar tanah yang dipercayakan oleh Elisa Sroyer.

Setelah diperiksa Elisa Sroyer lalu berbicara kepada media. Dia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan masyarakat umum.

Selain Elisa menyatakan sama sekali tidak mempunyai niat korupsi dalam pengadaan lahan tersebut dan menyatakan bahwa ia dizolimi.

Elisa mengatakan selama ini sebagai orang yang berkecimpung di birokrasi, ia sudah membuat kebijakan untuk menyelesaikan persoalan pengadaan lahan di Papua Barat seperti lahan Polda Papua Barat dan Kejaksaan Tinggi Papua. “Ini semua saya ambil sebagai kebijakan, kalau tidak pembangunan itu tidak akan jalan,” kata Elisa.

Dia juga menyatakan kekecewaannya karena selama ini terkesan ada media yang menurutnya memvonis dirinya seakan-akan bersalah tanpa melakukan konfirmasi.

“Harusnya media (melakukan) konfirmasi kepada saya agar saya memberi klarifikasi tentang semua ini, tapi tidak apa-apa saya terima ini semua dan saya terima kasih kepada kepolisian dan kejaksaan,” kata Elisa yang terlihat meneteskan air mata ketika berbicara kepada media.

Elisa juga menyatakan akan tetap kooperatif setiap dipanggil penyidik. Dia juga menyatakan bahwa beberapa warga menelponya memberi dukungan dan ingin mendatanginya namun dia meminta agar tidak boleh sebab dia akan tetap menjalani proses tersebut.

“Kemarin saya lalai, itupun karena saya melaksanakan tugas Negara di Kabupaten Tambrauw sebagai Plt. Bupati. Soal tanah ini kan 35 ribu per meter, kalau dihitung dengan nilai uang Rp 2,9 miliar itu kan pas bahkan ada sedikit kelebihan,” ungkapnya.

Dia mengatakan pembayaran tersebut menadi masalah karena orang dia percayakan yakni Zeth Ayal malah dia tidak jujur kepada dirinya. Elisa bahkan mengaku tidak tahu ada masalah terkait pengadaan lahan tersebut. Dia mengaku baru mengetahui adanya masalah kurang lebih satu tahun belakangan.

“Saya sempat emosi,  tetapi yang bersangkutan sudah minta maaf kepada saya dan berharap sama-sama kooperatif agar membantu saya menjelaskan permasalahan sebenarnya,” kata Sroyer.

Pantauan media ini, tersangka Elisa datang Kejari Manokwari menggunakan baju batik berkacamata hitam sambil membawa map merah, sementara Zeth menggunakan kaos berkerak warna abu-abu. Setelah diperiksa, Elisa dan Zeth kemudian bawa ke Lapas Manokwari untuk ditahan. (mar)

Leave a Reply

%d bloggers like this: