Roberth KR.Hammar |CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Estimasi Meleset, Pemda Manokwari Pinjam 56 Miliar

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com–Hingga Selasa (18/11/2014), anggota DPRD kabupaten Manokwari masih melakukan rasionalisasi terhadap materi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang diajukan eksekutif.

Setidaknya sudah satu pekan pembahasan masih juga berkutat pada KUA-PPAS. Wakil Bupati Roberth KR. Hammar kepada pers di kantor bupati, Selasa (18/11/2014) menuturkan, pembahasan menjadi alot karena anggota DPRD ingin memperjelas rencana pinjaman yang diajukan Pemda.

Pinjaman terpaksa diambil untuk menutup defisit sebesar 56 miliar akibat meningkatnya belanja daerah dalam rancangan APBD-P 2014. Defisit muncul dikarenakan estimasi pendapatan dalam APBD induk 2014 ternyata meleset dari target.

“Teman-teman DPRD menghendaki yang kita pinjam 56 miliar itu untuk membeli apa-apa saja, apakah itu urgen atau tidak, kenapa tidak dialihkan ke 2015 karena waktunya sudah sangat dekat. Ini yang bikin sedikit molor, “ kata Hammar.

Adapun pinjaman tersebut, menurut Hammar, dialokasikan untuk membayar sejumlah kegiatan fisik dan non fisik yang sudah dikerjakan mendahului.

“Jadi ada pekerjaan yang sudah dikerjakan tapi belum dibayarkan, nah itu yang kita selesaikan. Tapi mudah-mudahan pinjaman yang 56 miliar itu bisa turun ke 30 miliar atau 20 miliar. Sekarang lagi diproses (antara badan anggaran DPRD dengan tim anggaran pemda), “ lanjutnya.

Mengingat waktu menuju akhir tahun yang tinggal menyisakan 1 bulan, Hammar berharap, pembahasan KUA-PPAS secepatnya dituntaskan sehingga bisa dilanjutkan ke pembahasan APBD-P.

“Kita harap tanggal 19 atau 20 November sudah tutup sehingga lanjut ke APBD-P. Harapannya APBD-P dibahas paling lama satu minggu karena sebelumnya sudah dirasionalisasikan antara Banggar dengan TAPD, “ pungkas orang nomor dua Manokwari ini. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

One comment

  1. Belanja Tidak Langsung adalah bjenala yang tidak terkait langsung dengan program dan kegiatan, sedangkan bjenala langsung adalah bjenala yang terkait langsung dengan program dan kegiatan.Masih bingung?Misalkan ada kegiatan Pelatihan Menjahit bagi Masyarakat. Pada kegiatan tersebut ada bjenala pegawai untuk honor nara sumber, ada bjenala barang berupa alat tulis kantor dan sebagainya.Belanja2 tsb tentu terkait langsung dengan kegiatan Pelatihan Menjahit bagi Masyarakat, maka bjenala2 tersebut termasuk bjenala langsung.Setiap PNS tentu ada terima gaji yang diterima setiap bulan. Selanjutnya misalnya ada PNS yang menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan Menjahit bagi Masyarakat tsb di atas, maka dia juga terima honor.Gaji yang diterima PNS setiap bulan adalah Belanja Pegawai yang termasuk dalam Belanja Tidak Langsung. Sedangkan honor yang diterima PNS tsb adalah Belanja Pegawai yang termasuk dalam Belanja Langsung.Misalnya lagi ada kegiatan Pengadaan Peralatan Kantor, misalnya berupa komputer, laptop, AC dll. Barang2 tersebut adalah barang modal yang termasuk bjenala modal dalam Belanja Langsung.Mudah2an hal ini dapat memberi penjelasan. Atau ada pembaca lain yang ingin memberi pendapat?

Tinggalkan Balasan