Tim SAR bersama TNI - Polri saat mengevakuasi pesawat Batik Air yang tergelincir, Selasa kemarin. Foto Adlu Raharusun.

Fatal, empat kecelakaan pesawat telah terjadi di Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Hingga saat ini sudah sebanyak empat kali kecelakaan pesawat terbang terjadi di Bandar Udara Rendani Manokwari, Papua Barat.

“Kita bersyukur tidak ada korban jiwa termasuk kecelakaan yang dialami pesawat Batik Air hari ini (kemarin,red.),” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manokwari,Trisep Kambuaya, Selasa (13/3).

Kecelakaan di Bandara tersebut pertama kali dialami pesawat Celebes Air, disusul Merpati, Sri Wijaya Air dan terakhir pesawat Batik Air jenis Airbus A320 pada Selasa (13/3) kemarin.

Menurutnya, salah satu penyebab kecelakaan ini adalah kondisi landasan pacu bandara yang terlalu sempit dan kurang panjang. “Saya mengajak masyarakat mendukung upaya pembangunan Bandara yang sedang dilaksanakan pemerintah daerah maupun pusat. Kita ingin Bandara ini lebih baik dan memilik setandar keamanan yang bagus,” ujarnya.

Menurut dia, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan lancar. Bandara yang berada di ibu kota provinsi tersebut harus lebih baik dari kondisinya saat ini.

Sekretaris Fraksi Manokwari Hebat ini menyebutkan, saat ini tahapan pengembangan bandara sedang berlangsung. Pemerintah daerah sedang berupaya membebaskan lahan perpanjangan landasan pacu bandara tersebut.

Ia juga berharap seluruh maskapai yang memiliki rute penerbangan di Bandara Manokwari kedepan lebih berhati-hati. Maskapai harus memastikan sumber daya pilot yang ditugaskan pada rute penerbangan Manokwari benar-benar mereka yang sudah punya pengalaman dan keahlian cukup dalam menerbangkan pesawat.

“Bandara kita masih seperti ini, lebar maupun panjangnya barangkali masih jauh dari kata ideal. Untuk itu butuh pilot yang betul-betul mumpuni,” sarannya.

Ia pun mengajak publik berfikir positif atas kecelakaan ini. Dukungan publik sangat diharapkan untuk perbaikan dan stabilitas penerbangan di daerah tersebut.

Batik Air berhasil dievakuasi

Sementara itu, Tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi pesawat Batik Air yang tergelincir di ujung kanan landasan pacu Bandar Udara Rendani Manokwari.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi di konfirmasi mengatakan, proses evakuasi pesawat Airbus A320 itu dinyatakan tuntas pada pukul 19.25 WIT. Tim SAR yang dipimpin Kapolres dan Kaden A Brimob tersebut berhasil membawa pesawat ke avron Bandara.

“Proses evakuasi sudah tuntas, selanjutnya menjadi kewenangan pihak Otoritas Bandara dan pihak terkait lain untuk memprosesnya,” kata Erwindi.

Pada proses evakuasi ini, lanjut Adam, Polres Manokwari menerjunkan sebanyak 45 personil, Satuan Brimob Papua Barat 2 Sst dan 40 personil dari sejumlah instansi terkait lain seperti Badan Pencarian dan Pertolongan serta Otoritas Bandara.

“Kami turut bersyukur, evakuasi berjalan lancar meskipun tadi sempat mengalami kesulitan. Mudah-mudahan aktifitas penerbangan di Bandara Rendani kembali normal seperti biasanya,” ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Ludi Yanto. Pada Evakuasi tersebut pihaknya menerjunkan sebanyak 21 personil.

Setelah evakuasi dinyatakan tuntas, pihaknya langsung menarik personil dan menyerahkan penanganan insiden tersebut kepada pihak terkait. “Kami cuma membantu bila mana dibutuhkan. Evakuasi sudah tuntas dan sekarang pesawat sudah di Avron,” sebutnya.

Pesawat Batik Air mengalami insiden sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Roda belakang bagian kanan keluar dari runway hingga tertanam sedalam setengah ban. Tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa ini dan sekilas terlihat tidak ada kerusakan pada badan pesawat.| Toyiban

Leave a Reply

%d bloggers like this: