Senja Kota Kaimana. etuszarwuna

Festival Senja Kaimana, Oktober, Bakal Dihadiri Kementerian Parawisata

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com- Dijadwalkan 26-31 Oktober 2015, Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Kantor Kebudayaan dan Pariwisata akan kembali menggelar kegiatan Festival Senja yang bertujuan mengangkat dan mempromosikan potensi wisata dan memperkenalkan budaya orang Kaimana.

Kegiatan ini direncanakan akan dihadiri sejumlah pejabat dari Deputi Kemenpar (Kementerian Pariwisata) RI. Mensukseskan kegiatan ini, telah dilaksanakan rapat persiapan bertempat di Aula Kantor Kesbang Linmas Kabupaten Kaimana.

Rapat yang dipimpin Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata yang juga Ketua Umum Festival Senja Tahun 2015, Mathen Fenetiruma, SE menghadirkan sejumlah koordinator kegiatan. Rapat dimaksudkan untuk menyatukan persepsi sekaligus memantapkan persiapan menghadapi Festival Senja yang merupakan even tahunan daerah Kabupaten Kaimana.

Kepala Kantor Budpar dalam rapat persiapan menjelaskan, Festival Senja merupakan even tahunan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dalam rangka mengangkat dan mempromosikan potensi pariwisata serta memperkenalkan budaya orang asli Kaimana kepada masyarakat umum.

Kegiatan tahunan Festival Senja ini juga telah resmi masuk dalam agenda nasional dan pada tahun ini akan dihadiri oleh para pejabat dari deputi kementerian pariwisata RI. Untuk itu Ia meminta pada koordinator seksi dapat mempersiapkan diri dengan baik sesuai bidang tugas masing-masing.

Seperti diketahui, pada Festival Senja Tahun 2014 lalu yang juga dilaksanakan pada Bulan Oktober, Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Kantor Kebudayaan dan Pariwisata sukses melaunching tiga buah motif batik sebagai batik khas Kaimana. Hadir pada kesempatan itu sekaligus meresmikan batik Kaimana adalah Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuty ditandai pembubuhan tandatangan diatas kain berwarna putih.

Tiga motif batik yang diluncurkan, masing-masing bercorak telapak tangan, burung garuda dipadu rumah adat serta batik bercorak paduan ubur-ubur, duri babi, matahari, tifa dan manta yang telah mendapatkan hak paten. Motif tapak tangan melambangkan tanda tangan abadi. Motif garuda dan rumah adat melambangkan penguasaan alam dan motif tifa, ubur-ubur, duri babi, matahari dan angka 8 adalah motif persaudaraan. |ISABELA WISANG