Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw.

BINTUNI, Cahayapapua.com— Terkait dengan Fokus Group Diskusi (FGD) materi hasil pra Gelar Tikar Adat (GTA) 7 suku Teluk Bintuni, akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan gubernur Papua Barat untuk menentukan tempat penyelenggaraan.

“Karena jangan sampai pertemuan FGD dilakukan di Bintuni, pak gubernur tidak hadir kan kurang bagus, makanya saya dan Asisten II akan ber-koordinasi duluh dengan gubernur, karena kita berharap gubernur hadir dalam pertemuan tersebut agar kita tentukan tangal gelar tikar adat,” kata Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, pekan kemarin.

Kasihiw berharap mudah -mudahan dalam waktu tiga Minggu kedepan, FGD sudah bisa dilaksanakan. Sehingga GTA 7 suku Teluk Bintuni dapat digelar akhir Februari.

“Saya harapkan, gelar tikar adat sudah bisa dilaksanakan diakhir bulan Februari, untuk pembiayaan Gelar Tikar Adat (GTA) sudah diusulkan dalam DPA, tingal menungu pembaguan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Bupati Petrus Kasihiw, Sabtu (20/1) menyatakan bahwa hajatan masyarakat adat 7 suku untuk membahas semua persoalan mengenai investasi di daerah tersebut belum bisa dilaksanakan awal Januari.

“Sesuai kesepakatan masyarakat adat, itu (GTA) bisa berlangsung di akhir Januari atau di awal Februari,” kata Bupati pada jumpa pers di Kantor Subitu, Bintuni Kota, (20/1) lalu.

Dikatakan Kasihiw, diundurnya kegiatan masyarakat adat 7 suku besar asli Bintuni karena persoalan anggaran. Karena perencanaan anggaran sebagian besar  bersumber dari APBD 2018.

“Kita baru masuk pada tahap penyusunan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA), dan lain sebagiannya, lalu kita anggarkan,” ujarnya.

Mneurut Bupati, kalau masyarakat adat tidak menuntut pelaksanaan GTA segera cepat dilaksanakan, pemda juga tidak bisa memaksakan.

“Sambil kita melihat timeming itu diatur, sehingga kita mempersiapkan, karena ini melibatkan berbagai pihak, undangan juga dari pusat,” katanya lagi.

Dia mengatakan, progres perkembangan persiapan GTA terus dilaporkan ke Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Salah satu tahapan yang sudah dilewati yakni pra Gelar Tikar Adat.

“Dimana masyarakat 7 suku mengidentifikasi persoalan -persoalan yang ada kaitan denganhak -hak mereka terhadap investasi yang masuk, dokumen -dokumen terkumpul, lalu kita buat group diskusi, untuk membagi -bagi ini tanggungjawab siapa, itu tanggungjawab siapa, ketika semua persoalan sudah mengkerucut maka itu menjadi referensi kita, ketika kita masuk ke GTA sudah tidak ada lagi persoalan yang muncuk dari mekanisme pra GTA” ujarnya.

Bupati juga berharap agar GTA cepat selesai dilaksanakan di awal -awal tahun ini. Supaya pemda menjalankan agenda -agenda yang lain. (art)

Leave a Reply