Unsur pimpinan DPRD Kaimana saat mengucapkan sumpah-janji dipandu oleh ketua PN Fakfak. Foto: CAHAYAPAPUA.com| Isabela Wisang

Frans Amerbay Pimpin DPRD  Kaimana

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com– Frans Amerbay, SE, Drs. Adjid Hi. Kadir dan Yance Karafey, resmi menjabat Ketua dan Wakil Ketua I dan II DPRD Kaimana untuk masa bakti 2014-2019.

Pelantikan tiga unsur pimpinan DPRD ini berlangsung, Selasa (11/11) petang, dalam rapat paripurna pengucapan sumpah/janji yang dipimpin Ketua sementara DPRD Kaimana Frans Amerbay. Pengucapan sumpah/janji sendiri dipandu Ketua Pengadilan Negeri Fakfak Fery Haryanto, SH.

Pelantikan didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Papua Barat Nomor 170/231/10/2014 Tahun 2014 tentang peresmian dan pengangkatan pimpinan DPRD Kabupaten Kaimana masa bakti 2014-2019.

SK Gubernur mengacu pada surat Bupati Kaimana Nomor 171.2/1293 tanggal 21 Oktober 2014 perihal pengusulan peresmian pengangkatan pimpinan DPRD Kabupaten Kaimana masa jabatan 2014-2019 dan surat Ketua sementara DPRD Kaimana Nomor 171.2/181/DPRD/2014 tanggal 15 Oktober 2014 perihal yang sama.

Dalam SK, Gubernur menetapkan Frans Amerbay, SE sebagai Ketua, Drs. Adjid Hi. Kadir sebagai Wakil Ketua I dan Yance Karafey sebagai Wakil Ketua II.

Penetapan Frans Amerbay didasarkan surat DPP Partai Golongan Karya Nomor: R-1089/Golkar/IX/2014 tanggal 29 September 2014 perihal pengesahan calon pimpinan DPRD Kaimana.

Penetapan Adjid Kadir juga didasarkan pada surat keputusan DPP Partai Demokrat Nomor: 260/SK/DPP-PD/X/2014 tanggal 9 Oktober 2014 dan penetapan Yance Karafey juga didasarkan pada surat DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Nomor: 5300/IN/DPP/IX/2014 tanggal 3 September 2014.

Frans Amerbay dalam sambutan perdananya sebai ketua DPRD mengatakan, sejak pelaksanaan otonomi daerah, banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi pada lembaga pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah. Dengan berorientasi pada tata pemerintahan yang baik (good government) maka DPRD dituntut berbuat secara professional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Demikian pula dalam hal politik, ekonomi dan hukum serta sektor yang paling banyak mengalami perubahan karena berbagai tuntan oleh masyarakat.

“Namun disisi lain, adanya arus globalisasi dan demokratisasi, disadari atau tidak, akan memudahkan berbagai pengaruh budaya asing masuk kedalam kehidupan masyarakat kita. Inilah yang harus kita antisipasi yaitu dengan memegang taguh nilai moral dan etika sebagai bangsa Indonesia, serta membentengi diri dengan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tukas Frans.

Frans mengatakan, DPRD butuh dukungan moril dan spiritual serta kritikan yang sifatnya membangun. “Kepada pemerintah daerah, marilah kita jalin komunikasi dan kerjasama yang baik sehingga segala perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban terhadap pembangunan negeri yang kita cintai bersama ini dapat berjalan baik sesuai dengan harapan masyarakat Kabupaten Kaimana,” ucapnya.|ISABELA WISANG

 

EDITOR: JUSRIWANTO

Tinggalkan Balasan