Sapi yang berhasil diamankan petugas DP3 saat akan dibawa ke Biak.

Gagalkan Pengiriman Sapi, Petugas Nyaris Adu Fisik dengan Oknum Polisi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Lima ekor sapi lokal Manokwari yang hendak dikirimkan ke Kabupaten Biak-Numfor melalui jalur laut, Rabu siang kemarin berhasil diamankan petugas Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DP3) Kabupaten Manokwari di pelabuhan Marampa, Sowi, Manokwari Selatan.

Pemilik sapi tidak bisa menunjukkan dokumen berupa surat rekomendasi yang dikeluarkan DP3. Diduga sapi-sapi itu akan dijual untuk dijadikan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1436 H.

Kepala DP3 Kukuh Saptoyudho, Rabu siang di kantornya menjelaskan, penangkapan bermula dari kecurigaan petugas karantina pelabuhan yang mendapatkan ada 7 ekor sapi yang sedang dinaikan ke Kapal Kasuari Pasifik tujuan Biak.

Petugas karantina itu lantas menghubungi petugas kesehatan hewan DP3 untuk menanyakan apakah pernah mengeluarkan rekomendasi untuk pengiriman sapi ke luar Manokwari.

“Selama ini kami tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi pengiriman sapi keluar Manokwari, sehingga setelah menerima informasi tersebut, petugas kami langsung menuju pelabuhan Marampa. Dan ternyata memang benar, ada 7 ekor sapi yang rencananya mau dibawa ke Biak, dua ekor sudah dibawa naik ke kapal, lima ekornya belum, “ jelas Kukuh.

Setelah dicek, pemilik sapi-sapi tersebut ternyata salah seorang oknum anggota Polisi. Yang bersankutan tidak mengantongi dokumen apapun. Namun, bukannya koperatif, oknum petugas keamanan tersebut malah ngotot tetap menaikan semua sapi ke kapal. Akibatnya sempat terjadi keributan bahkan nyaris menjurus adu fisik.

Ini dibenarkan Metu Kameubun, petugas DP3 yang ikut melakukan penahanan. “Kami minta sapi harus diturunkan, tetapi yang bersangkutan tidak terima dan macam bikin gerakan raba-raba begitu macam mau cabut pistol begitu, makanya dua ekor tidak jadi diturunkan karena kapal sudah mau keluar mana penumpang penuh, “ kata Metu.

Lima ekor sapi yang berhasil diamankan selanjutnya dibawa petugas untuk dijadikan barang bukti. Meski demikian, DP3 memilih tidak melimpahkan kasus itu ke jalur hukum.

“Karena ini peristiwa yang pertama kali terjadi, kami hanya memberikan teguran keras sebagai pembinaan dengan harapan tidak terulang lagi, “ ucap Kukuh.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Pemkab Manokwari menerapkan kebijakan pelarangan penjualan sapi lokal ke luar Manokwari demi menjaga ketersediaan daging sapi di Manokwari tetap aman untuk memenuhi kebutuhan lokal. |ZACK TONU BALA