Manajer PLN Rayon Bintuni Yan Pagappong

Gangguan di LNG Tangguh, Listrik Bintuni Kembali Bergilir

BINTUNI, Cahayapapua.com— Sudah dua hari masyarakat Bintuni Kota dan sekitarnya kembali merasakan pemadaman listrik bergilir dengan pola dua malam mati satu malam menyala. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan pada jaringan kabel yang menghubungkan dari Gardu Hubung Tanah Merah ke Penyulang Bintuni Kota (Penyulang Ekspres).

Manajer PLN Rayon Bintuni Yan Paggapong, Kamis (2/3) mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim yang berjumlah lima orang untuk mendeteksi titik gangguan. Dari hasil pemeriksaan dilapangan dari mulai Gardu pemisah di Bintuni Kota sampai di Gardu Hubung Kamarin, hasilnya tidak ada gangguan.

“Dengan kejadian pemadaman tepatnya Rabu (1/3) kemarin itu disebabkan adanya gangguan penyaluran dari tanah Merah sampai ke Bintuni. Kami perkirakan antara Tanah Merah – Kamarin. Sementara ada kabel laut. Harapan kami jangan sampai kabel laut yang bermasalah. Kalau  kabel tanah masih bisa kami atasi, kalau kabel laut sudah pasti kami tidak bisa atasi, pasti harus lama, dan kami tidak bisa sambung dalam waktu yang sesingkat mungkin, karena harus memakai peralatan yang cukup safty,” kata Paggapong diruang kerjanya.

Dijelaskannya, untuk panjang kabel laut sekitar 24 KM dan belum dicek kondisinya. Sedangkan tim saat ini posisinya sedang ada di wilayah bibir pantai Tanah Merah untuk megnecek kabel yang panjangnya sekitar 20 KM melewati hutan, rawa dan kali sampai di gardu hubung Tanah Merah.

“Mudah-mudahan mereka bisa dapatkan, jadi kami bisa eksekusi hari ini. Kalau tidak ada kendala dalam mencari gangguan. Karena memang tim kami hanya bisa masuk di kali-kali kecil, memotong dan mengukur apabila tidak ada masalah akan disambung kembali dan dilanjutkan dengan mencari yang lainnya lagi,” katanya.

Dicecar apakah titik gangguan belum ketemu. Paggapong mengungkapkan timnya sampai dengan saat ini belum bisa memastikan dimana titik gangguannya. Meskipun pihaknya telah melokalisir dan memperkecil pencarian.

“Kami terjunkan lima orang menggunakan satu Speedboat. Memang kendala kalau dikabel tanah ini memang repot, dilokasinya. Karena kalau terjadi ditengah-tengah rawa hutan, kalau kita bisa jangkau satu sampai dua jam lumayan. Tapi ini bisa-bisa kita tempuh paling cepat 5 jam baru dapat daratan,” katanya.

Manajer juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan listrik di wilayah Bintuni atas adanya gangguan lagi. Sehingga mengganggu pelayanan pihaknya kepada masyarakat. Pasalnya gangguan alam seperti tidak bisa diprediksi apalagi suplay listrik dari LNG Tangguh ini melalui kabel yang melewati laut, rawa, hutan, kali, ladang, dan kampung.

Kemungkinan besar akan terus sering terjadi gangguan seperti ini, apabila tidak ditopang dengan PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas) program pemerintah pusat yakni program Papua Terang. Namun sayangnya sampai saat ini belum ada kepastian PLTMG akan dibangun di wilayah Bintnui Kota atau Tanah Merah. (ART)

Leave a Reply

%d bloggers like this: