Logo Gapensi. | Ist

Gapensi Bersuara Ingatkan Pemda Soal Pembagian Paket

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Pemerintah diingatkan untuk lebih selektif dalam memberikan paket pekerjaan kepada pengusaha jasa konstruksi.

Selektifitas itu berkaitan dengan legalitas yang meliputi kelengkapan administrasi pengusaha atau kontraktor.

Ketua DPC Gapensi (Gabungan Pengusaha Konstruksi) kabupaten Manokwari, Yakob Yenu, Kamis (29/1/2015), mengatakan pihak SKPD ataupun swasta yang memberikan pekerjaan dianjuran melakukan konsultasi terkait para kontraktor yang bermasalah.

“Gapensi sudah puya syarat yang sudah diterapkan. Dalam memberikan pekerjaan kami menghormati aturan administratif yang berlaku di tiap SKPD. Kepada para pengambil kebijakan, agar memerhatikan dengan benar saat memferivikasi administrasi dari pengusaha yang bersangkutan,” katanya.

Selain itu, ungkap Yakob Yenu, perlu juga bagi para pengambil kebijakan memerhatikan aturan yang bersifat khusus yang berlaku sesuai perintah UU Otsus.

Hal ini, lanjut Yakob Yenu sebagai bagaian dari keberpihakan dan perhatian khusus. Sehingga pengusaha lokal Papua dapat diberdayakan melalui paket-paket pekerjaan dan ikut turut memperbaiki sejumlah pelayanan pemerintah di sejumlah aspek yang selama ini dianggap gagal.

“Semua stake holder pemerintah maupun swasta, agar dalam memberikan paket pekerjaan lebih memprioritaskan pengusaha asli Papua. Gapensi juga memiliki banyak anggota yang adalah pengusaha asli Papua. Gapensi sudah siap 100 persen untuk menjalin kerjasama dengan semua stake holder,” ujarnya.

Yakob Yenu, persoalan administrasi telah menimbulkan masalah serius. Banyak pengusaha yang mengatasnamakan diri pengusaha asli Papua – yang justru banyak menjerumuskan pimpinan SKDP menjadi tersangka korupsi, karena proyek macet. |CR-73

Tinggalkan Balasan