ILUSTRASI

Gara-gara e-KTP, Empat Pemuda Pegaf Gagal Tes Polisi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Empat pemuda yang berasal dari Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) harus menerima kenyataan pahit tak bisa mengikuti tahapan tes lanjutan pada Penerimaan Calon Siswa Bintara Polri di Polda Papua Barat.

Hal itu terjadi, gara-gara para pemuda Pegaf ini sulit mendapatkan KTP Elektronik didaerahnya. “Kenyataanya kemarin kami punya adik-adik yang mau tes polisi, tidak diterima gara-gara tidak memiliki e-KTP, dan hanya pakai surat pengantar saja,” ujar Elly Wonggor, salah satu pemuda Pegaf kepada Cayaha Papua, Kamis (20/4).

Dia mengatakan, bahwa di Pegaf walaupun telah memiliki kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), namun tak memiliki perangkat yang dapat mencetak e-KTP. Dan ketika masyarakat hendak mengurus e-KTP hanya mendapatkan surat pengantar dari Dukcapil setempat.

“Selama ini hampir seluruh masyarakat Pegaf tak memilki KTP dan Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran, karena ketika kami urus di Dukcapil alasannya alat dan jaringan terganggu,” terang Elly.

Untuk itu, ia mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) Pegaf agar memperhatikan yang menjadi penyebab sulitnya pemuda Pegaf lolos pada tahapan seleksi administrasi ketika mengikuti tes Polisi.  “Pemda Pegaf harus serius melihat masalah ini, kasihan adik-adik kita gara-gara e-KTP dan sebagainya, susah tembus tes polisi,” tandas Willy. (tnj)

Tinggalkan Balasan