5 anggota DPRD Kaimana yang memakai kebaya ketika mengikuti pelantikan sebagai anggota DPRD Kaimana di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Selasa (11/11/2014). Foto: CAHAYAPAPUA.com |Isabela Wisang

Gara-gara Pakai Kebaya, 5 Wakil Rakyat Ini Terancam Teguran BK

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com– Penampilan 5 anggota perempuan DPRD Kaimana pada acara pelantikan Pimpinan DPRD Kaimana, Selasa (11/11/2014) petang,  mengundang tanya para tamu yang hadir, tak terkecuali Ketua Badan Kehormatan DPRD Kaimana, Amos Arouw.

Pasalnya, selain baru pertama kali terjadi, penampilan wakil rakyat perempuan ini juga dinilai dilakukan tidak pada tempatnya.

Amos Oruw mengatakan tidak ada aturan penggunaan kebaya untuk DPRD perempuan dalam pelaksanaan sidang apapun jenisnya. Seluruh anggota DPRD wajib mengenakan pakaian seragam yang telah disiapkan pihak sekretariat dewan dan jenis busana juga harus disesuaikan dengan moment.

Kepada wartawan usai prosesi pelantikan Pimpinan DPRD Kaimana, Amos menegaskan akan memberi teguran kepada lima anggota, agar penampilan aneh tersebut tidak terulang lagi. Disisi lain, Ia juga mengatakan, penggunaan kebaya seharusnya tidak perlu terjadi, jika pada pelaksanaan gladi, ada petunjuk terkait busana yang akan dikenakan dalam paripurna pelantikan pimpinan.

“Memang ini sesuatu yang tidak baik dan menyangkut etika seorang anggota DPRD. Tetapi ini bisa jadi disebabkan adanya kesan buru-buru menghadapi pelantikan, sehingga pada saat gladi, ketua sementara maupun pihak sekretariat dewan tidak sempat memberikan petunjuk terkait hal ini,” tukas Amos.

Lebih jauh Amos tegaskan,  kedepan penampilan seperti ini pada paripurna istimewa pelantikan pimpinan DPRD, tidak akan terulang lagi. Menurut Amos, penyalahgunaan busana meskipun hal kecil, namun cukup mencoreng wajah DPRD.

“Penggunaan pakaian seragam itu sudah ada aturannya. Jadi kedepan jangan coba-coba mengulangi kesalahan yang sama. Didalam undangan, pada bagian bawah sudah tertulis jenis pakaian yang wajib dikenakan. Beberapa diantara kami memang ada yang baru, sehingga butuh diarahkan,” tutup Amos. |ISABELA WISANG

 

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan