Gara-gara Tak Ikut Kegiatan, Honorer Disbudpar Palang Kantor

Ilustrasi. Foto IstMANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Puluhan tenaga honorer Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua Barat memblokade kantor tempat mereka bekerja, lantaran merasa tidak puas karena kebijakan Kepala Dinas yang tidak mengikutsertakan tenaga honorer dalam kegiatan kantor.

“Kami melakukan aksi ini karena kebijakan kepala dinas tidak seperti kepala dinas sebelumnya. Kami tidak diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kantor ini. Dulu kita sering berangkat ikut kegiatan di luar bersama PNS, tetapi sekarang ini kita hanya duduk manis dalam kantor saja,” ungkap salah satu honorer, Ismail Aibiri sekaligus koordinator aksi pemalangan.

Ismail dan rekan-rekannya mendesak Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi segera menonaktifkan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata. Para tenaga honorer juga meminta Kadisbudpar menjelaskan kepada publik terkait 68 proyek fiktif di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat. Para tenaga honorer juga mendesak penyidik kepolisian dan kejaksaan segera mengusut tuntas proyek-proyek tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Edy Sumarwanto yang mengetahui aksi pemalangan bergegas mendatangi kantornya dan menggelar rapat tertutup bersama tenaga honorer.

Usai rapat, Edy Sumarwanto yang dikonfirmasi awak media mengaku pemalangan yang terjadi merupakan bentuk kesalahpamahaman internal dinas. Masalah juga timbul karena faktor kesibukan serta miskomunikasi. Menurutnya, sepatutnya semua kegiatan dinas yang bersifat kepanitiaan harus melibatkan tenaga honorer.

“Terlibatnya honorer dalam suatu kegiatan itu secara bergantian, jadi tidak semuanya dilibatkan, dan dari pertemuan tadi mereka juga sudah mengaku ada kesalahpahaman disitu,” aku Edy kepada wartawan.

Terkait tudingan tenaga honorer mengenai 68 proyek fiktif, Edy mengaku tidak ada yang perlu dijelaskan terkait 68 proyek tersebut, sebab menurutnya pada tahun 2014, Disbudpar hanya mengelola sebanyak 28 kegiatan.

“Tadi mereka sudah mengakui bahwa itu hanya spontanitas yang keluar untuk mendapatkan perhatian kepala dinas. Kalau bicara proyek, tahun ini hanya ada 28 kegiatan yang bersifat non fisik, sementara proyek fisik masih dalam tahap pengerjaan,” ungkap Edy.

Pemalangan kantor Disbudpar selama satu jam menjadi tontonan gratis warga yang melintasi Jalan Merdeka. Palang baru dibuka setelah pihak Polisi Pamong Praja menghampiri kantor tersebut dan membuka paksa dengan alasan pemalangan tidak memiliki surat ijin pihak berwajib. |ADITH SETYAWAN

 

EDITOR: JUSRIWANTO

Tinggalkan Balasan