Ilustrasi. | Ist

Gelar Rapat Tertutup, Gubernur Bram Bahas Resuffle

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi, Senin (12/1/2015) menggelar pertemuan tertutup dengan seluruh pimpinan SKPD. Pertemuan itu untuk membahas sejumlah program pemerintah Papua Barat tahun 2015.

Rapat tertutup yang dilaksanakan di rumah dinas gubernur itu dihadiri lengkap oleh jajaran pimpinan SKPD dilingkup Pemprov Papua Barat. Pertemuan itu berlangsung pukul 12.00 WIT hingga 16.30 WIT.

Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan usai pertemuan, mengatakan rapat tersebut hanya membahas soal sejumlah agenda pemerintahan kedepan.

Meski demikian, Nataniel tak menapik jika pertemuan itu juga membahas soal rencana gubernur melakukan resuffle pejabat dan pegawai. “Juga bahas rencana perpindahan ke komplek kantor gubernur Arfai,” katanya.

Soal resuffle menurut Nataniel, dalam rapat tersebut gubernur lebih prioritaskan untuk kalangan pejabat eselon III dan IV yang saat ini masih banyak yang kosong.

Sementara untuk jabatan eselon II ini lebih difokuskan pada jabatan kepala SKPD yang hendak pensiun, sehingga harus segera diisi.

Ketika ditanya soal sejumlah jabatan kepala SKPD yang saat ini masih menjalani proses hukum karena tersandung dugaan korupsi, Nataniel mengatakan, pejabat tidak akan diganti sebelum ada kepastian hukum.

Nataniel mengatakan rencana pengisian jabatan kosong sedang diformulasikan, siapa- siapa yang akan menduduki jabatan tertentu, khususnya untuk eselon III dan IV. Demikian halnya jabatan kepala SKPD yang telah pensiun.

Dikatakan paling tidak dalam kurun waktu 2-3 minggu kedepan resuffle akan dilakukan.

Sementara itu, menyoal rencana perpindahan kantor gubernur ke Arfai, Nataniel menjelaskan, semua itu tergantung kesiapan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang menjadi leader proyek pembangunan kantor gubernur.

“Kita belum bisa tentukan kapan pindah, memang waktu itu rencana Januari atau Februari, tapi kalau gedung belum siap ya kita belum bisa pindah,” ketus Nataniel.

Perlu diketahui saat ini lantai dua dan tiga gedung kantor gubernur masih belum selesai dikerjakan. |DINA RIANTI

Tinggalkan Balasan