Rumah warga yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 6,8 skala richter yang mengguncang Sorong Raya

Gempa Susulan Masih Terasa di Sorong

SORONG, CAHAYAPAPUA.com- Pasca terjadinya gempa berkekuatan 6,8 SR yang mengguncang Kota Sorong dan sekitarnya pada Jumat (25/9) dinihari lalu warga masih terus dihantui rasa khawatir karena takut terjadinya gempa susulan.

Banyak informasi beredar terkait gempa susulan yang kemungkinan akan disertai tsunami membuat sebagian besar warga enggan beraktifitas khususnya saat malam hari.

Terkait informasi gempa susulan Kepala BMKG Kota Sorong Andri Wijaya Bidang melalui Kepala Kelompok Teknisi Yacob Rumbiak yang dikonfirmasi mengaku sejak kejadian gempa berkekuatan 6,8 SR Jumat dinihari lalu, hingga pukul 17.00 WIT Minggu (27/9/2015) jumlah gempa susulan yang terjadi mencapai 1085 kali. “Dari jumlah tersebut hanya 36 kali gempa yang terasa,” ujar Rumbiak saat dihubungi via telephone kemarin.

Sementara sesuai data yang dihimpun media ini, hingga hari ketiga pasca gempa masih banyak warga korban gempa yang belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Seperti yang terjadi di seputaran Bambu Kuning warga yang rumahnya hancur terpaksa harus tidur di jalan dan bertahan hidup dengan makanan apa adanya yang diberikan secara spontanitas oleh warga sekitar. Selain di bambu kuning warga di Km 12 juga mengalami nasib sama belum ada satupun bantuan logistik yang diturunkan.

Salah seorang warga di Bambu Kuning Merry mengaku sangat menyayangkan pihak Pemkot Sorong yang begitu lambat menurunkan bantuan padahal petugas kelurahan dan Distrik sudah berulangkali datang mendata warga yang menjadi korban gempa.

“Kami butuh bantuan logistik jangan hanya datang mendata tapi tidak ada realisasi, kami mau mengadu ke siapa kalau bukan ke pemerintah,” ujar Merry, kemarin.
Sebelumnya gempa berkekuatan 6,8 SR mengguncang kota Sorong dan sekitarnya pada Jumat (25/9) dinihari sekitar pukul 00.53 WIT. Gempa yang berpusat pada 0,59 LS – 131, 27 BT dengan kedalaman 22 KM pada sekitar 31 KM arah timur laut Kota Sorong ini menyebabkan ratusan rumah warga rusak dan puluhan warga luka-luka.

Gempa juga sempat membuat aktifitas warga lumpuh dan memaksa sejumlah warga yang tinggal di pesisir pantai harus mengungsi ke arah pegunungan karena takut terjadi tsunami.|NASIR