Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: include_once(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php:70) in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 1164
Gereja Laharoy Steirira Bintuni terbakar - Cahaya Papua
Ruang Gereja Kriten Injil (GKI) Jemaat Laharoy Steirira, yang berlokasi di Kali Kodok, Kota Bintuni, Teluk Bintuni, terbakar. Foto Arif Triyanto

Gereja Laharoy Steirira Bintuni terbakar

BINTUNI, Cahayapapua.com— Gereja Kriten Injil (GKI) Jemaat Laharoy Steirira yang berlokasi di Kali Kodok, Kota Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni terbakar, Selasa (13/3/2018).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seluruh ruangan Konsistori dua lantai beserta isinya yang terletak dibagian belakang gereja tersebut ludes dilalap si jago merah.

“Peristiwa kebakaran ini sekitar pukul 08.45 Wit pagi. Itu murni musibah, karena korsleting listrik yang menyebabkan gedung gereja terbakar. Terbakarnya mulai dari konsistori, sebab bagian belakangnya semua dari kayu,” kata Wakil Ketua Jemaat Laharoy Steirira,  P. Abraham Wonatorey di lokasi kebakaran.

Menurutnya, bangunan konsistori merupakan ruangan ibadah sebelum dimulainya ibadah besar bersama jemaat. Dia mengatakan saat terjadi kebakaran, kondisi ruangan tersebut kosong tidak ada yang tinggal.”Tidak ada yang jaga, Pak pendeta sendiri tinggal terpisah di rumah pastori,” katanya.

Dari pantauan, peristiwa kebakaran ini tidak berlangsung lama. Sekitar satu jam, api sudah bisa dijinakan.  Berkat kerjasama seluruh masyarakat yang bergotong royong memadamkan api serta dukungan satu unit mobil tangki air Satpol PP dan alat seadanya, api bisa dipadamkan.

Pasca insiden kebakaran tersebut, Pemerintah Daerah Teluk Bintuni, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pengurus GKI Jemaat Laharoy Steirira, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Polres Teluk Bintuni, menggelar jumpa pers sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat di tempat kejadian, supaya tidak termakan isu sara terkait peristiwa ini.

Selaku perwakilan pemerintah, Wakil Bupati Matret Kokop mengatakan,  peristiwa kebakaran rumah ibadah baru pertama kali terjadi di Teluk Bintuni. Peristiwa yang terjadi di gereja GKI Jemaat Laharoy Steirira murni musibah, alhasil masyarakat diharap tidak termakan isu yang menyesatkan. “Kejadian ini tidak diduga -duga, saya mohon tidak ada isu yang melenceng,” harap Wabup.

Terkait kerusakan, Wabup  menyampaikan pemda siap membantu membangun kembali bangunan yang ludes terbakar dalam waktu dekat. Hal senada diutarakan Ketua MUI Bintuni, Roni Kosepa.

Dikatakan, peristiwa ini tidak disengaja dan murni musibah. Apa yang terjadi, semua bisa saling menjaga supaya tidak menjadi isu melenceng. “Kami (MUI) siap membantu keluarga sekalian, mungkin nanti melalui Remaja Masjid, kami siap beri bantuan untuk pembersihan, karena kabupaten ini dibangun atas dasar agama keluarga bersama,” ucapnya.

Ketua FKUB, Bahmudin Fimbay menambahkan, untuk meminimalisir tidak terulang kembali insiden ini, perlu ditempatkan satu atau dua orang penjaga. “ Adanya penjaga supaya musibah kebakaran seperti ini sebelum membesar, bisa diantisipasi lebih dini,” sarannya.

“Sebagai ketua FKUB, saya mengajak semua masyarakat, jangan beranggapan bahwa kejadian ini disengaja, tapi saya tekankan bahwa kejadian ini murni insiden,” katanya.

Sementara Wakapolres Kompol Jupri Tampubolon mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, dugaan penyebab kebakaran yakni korsleting listrik. Karena api pertama kali muncul di atas plafon.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran, pemerintah daerah, TNI -Polri, dan masyarakat. Kerjasama yang baik dan kemauan, kejadian ini kita bisa tutup hanya sampai di belakang saja,” kata Wakapolres.

Menurut Jupri saat peristiwa kebakaran terjadi, seluruh elemen masyarakat berbondong -bondong bekerjasama memadamkan api.

“Bahkan tadi ada ibu -ibu yang pakai jilbab membantu mengangkat air, memberishkan, jadi murni hal -hal yang tidak diduga. Saya berharap kalangan masyarakat tidak mempercayai isu bisu apapun. Kalau mau ada yang ditanyakan silahkan ke kami pihak keamanan, satu slogan, saya Indonesia, saya anti hoaxs, saya anti sara,” serunya.

Mengenai kerugian dan hasil penyelidikan, Wakapolres menyatakan, penyidik masih terus mengumpulkan data dan meminta keterangan saksi. |Arif Triyanto

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: