Aksi di Bundaran HI, Jakarta, mendesak presiden SBY merespon kasus Paniai Berdarah

GMNI Minta Jokowi Respon dan Usut Kasus Paniai Berdarah

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Ketua Komite Organisasi Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Raden Karno Balubun mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM di Papua terutama kasus Paniai Berdarah yang terjadi 8 Desember lalu.

Raden menilai, kasus Paniai Berdarah yang menewaskan 5 rakyat sipil merupakan potret betapa pelanggaran HAM masih terjadi di Tanah Papua. Sikap diam presiden Joko Widodo atas kasus ini pun dinilai tidak produktif.

”Seharusnya ketika terjadi tragedi penembakan di Paniai–Papua, pada tanggal 8 Desember 2014 pemerintah segera merespon. Jika tidak, atau atau terkesan ada pembiaran, selaku anak bangsa kamipun bertanya, apakah mereka yang menjadi korban penembakan itu bukan bagian dari  warga negara Indonesia?’’ ujarnya, Jumat (19/12/2014).

GMNI dan sejumlah lembaga masyarakat sipil dan aktivis HAM menggelar aksi damai di di Bundaran Hotel Indonesia, Kamis (18/12). Raden yang juga mantan ketua GMNI Manokwari, ikut dalam aksi ini.

“Aksi menyeru pemerintah agar menuntaskan kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua, terutama kasus Paniai berdarah,” katanya.|CJ- RADEN KARNO BALUBUN

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

Tinggalkan Balasan