Greenpeace soroti perdagangan kayu ilegal jelang kedatangan Rainbow Warrior

Rainbow Warrior terakhir kali layari Papua Barat 4 tahun lalu

 

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Organisasi lingkungan internasional Greenpeace kembali membawa misi lingkungan ke Manokwari dengan kapal Rainbow Warrior yang pernah berlabuh di Pelabuhan Manokwari 4 tahun lalu.

Dalam pelayaran dengan misi “Jelajah Harmoni Nusantara” ini, Greenpeace menyoroti dengan keras perihal digagalkannya pengiriman kayu olahan ilegal keluar Kabupaten Kaimana, Papua Barat beberapa waktu lalu.

Charles Tawaru, juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia untuk wilayah Papua menegaskan, pengagalan 21 kontainer kayu Merbau tersebut merupakan bukti dari sebagian kecil aktivitas pengolahan kayu ilegal di tanah Papua.

Balai Penegak Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Maluku dan Papua bersama Polda Papua Barat pada Selasa (6/3) lalu, menggagalkan pengiriman kayu merbau olahan ilegal dari Kaimana yang rencananya akan dikirim ke Surabaya. Penggagalan pengiriman kayu yang menggunakan jasa ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) PT. SPIL tersebut memakai dokumen angkut atas nama CV. Duta Layar Terkembang.

Charles menegaskan pengagalan itu masih terhitung kecil jika dibandingkan praktik penyelundupan yang sudah lama terjadi di Papua. Bahkan menurutnya aktor besar yang menyelundupkan kayu keluar dari hutan Papua sampai saat ini belum terungkap.

“Modus ini bukan hal baru demi mengelabui petugas, namun cara ini tidak hanya terjadi di Kaimana tetapi di sejumlah tempat di Papua,” kata Charles menegaskan, Minggu (11/3).

“Pengawasan dinas kehutanan di tingkat kabupaten perlu diperkuat agar bisa menjangkau wilayah yang lebih terpencil untuk mencegah perdagangan kayu ilegal,” Charles menegaskan.

“Pengawasan menjadi longgar sejak dinas kehutanan tingkat kabupaten dilebur ke tingkat provinsi. Dampaknya, Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) seluruhnya diserahkan ke pemerintah provinsi.”

Sementara itu kapal Rainbow Warrior yang berlayar dari Filipina akan tiba di Pelabuhan Manokwari pagi hari ini. Kapal legendaris tersebut akan melayari Indonesia dari 12 Maret hingga 9 Mei nanti.

Charles Tawaru mengatakan kapal Rainbow Warrior akan bersandar di Manokwari setelah berlayar dari Filipina untuk memulai rangkaian kampanye lingkungan, dengan melakukan seminar sosial forestry dan masa depan Papua.

“Besok (hari ini,red) Kapal Greenpeace Rainbow Warrior akan merapat di Manokwari. Kehadiran kapal ini untuk membantu masyarakat Papua memperjuangkan perhutanan sosial berupa hutan adat maupun hutan desa untuk pemenuhan kebutuhan pangan,” ujarnya dalam konferensi pers di Manokwari, Minggu (11/3). Untuk diketahui sampai sejauh ini baru dua kampung di Papua Barat tepatnya di Sira dan Manggroholo Kabupaten Sorong Selatan yang telah berhasil ditetapkan sebagai hutan desa, dengan luas 3.545 hektar.

Charles menyebut, setelah penyambutan kedatangan Rainbow Warrior, akan dilanjutkan dengan kegiatan seminar Perhutanan Sosial, Pengakuan Wilayah Adat dan Komitmen Investasi.

“Ini merupakan kunjungan kali ketiga setelah terakhir berkunjung pada 2013 lalu,” ujarnya.

Charles mengatakan, dalam seminar nanti akan dihadiri berbagai narasumber, diantaranya Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bambang Supriyanto selaku Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Kostan M dari AMAN Papua, Grant Rosoman dari Co-chair HCS Approach, Esau Young dari Papuana Konservasi, Arkilaus Kladit merupakan tokoh Masyarakat Manggroholo-Sira dari Sorong Selatan.

Selain itu, kapal Greenpeace ini akan dibuka untuk masyarakat umum pada hari ketiga. Kapal tersebut akan berlabuh di pelabuhan Pelni Manokwari selama tiga hari, dan akan bertolak ke pelabuhan Pelni Sorong dan menyinggahi kabupaten Raja Ampat hingga 18 Maret. “Setelah dari Raja Ampat kapal Rainbow Warior akan berlayar lagi ke Bali,” imbuhnya.

Agenda Grenpeace selama dua bulan pelayaran dan menyambangi 4 kota adalah mempromosikan energi terbarukan, perbaikan kualitas udara, perlindungan hutan khususnya Papua, perlindungan laut untuk iklim, serta pengurangan konsumsi sampah plastik terutama di laut.

Kapal yang dilengkapi fasilitas kampanye secara efektif tersebut, akan mengampanyekan kerusakan hutan adat serta perlindungan laut dan terumbu karang di wilayah Papua.

“Dimulai di Manokwari, Raja Ampat, Benoa, Bali dan Jakarta. Dari Jakarta akan berlayar ke Karimun Jawa dan juga Semarang. Pada 9 Mei, kapal akan meninggalkan Indonesia,” Jelasnya.

Ia menjelaskan jika kapal Rainbow Warrior merupakan instrumen kampanye paling efektif untuk mengajak masyarakat, terutama anak muda agar berperan aktif dalam menjaga lingkungan. |Elyas Estrada |Duma Sanda

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: