Greenpeace

Greenpeace: Ubah Paradigma Pembangunan Kehutanan di Papua

SORONG,CAHAYAPAPUA.comDua organisasi lingkungan dan pendampingan masyarakat, Greenpeace Indonesia dan Bentara Papua menyambut baik terbitnya Surat Keputusan (SK) izin hutan desa seluas 3545 hektar di kawasan hutan Mangroholo seluas 1.695 Ha dan Kampung Sira seluas 1.850 Ha, di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.

Langkah ini paling tidak dapat memproteksi hutan Papua yang menjadi basis pertahanan terakhir hutan Tropis di Indonesia.

Papua kini menjadi satu-satunya harapan bagi hutan alam yang tersisa di Indonesia setelah hutan Sumatera dan Kalimantan mengalami kehancuran. Namun bukan berarti hutan Papua tidak menghadapi ancaman besar.

Hampir 9 juta hektar hutan Papua telah diidentifikasi pemerintah untuk kepentingan pengembangan industri skala besar. Sementara dua juta hektar lainnya telah dialokasikan pemerintah untuk pengembangan pangan dan energi skala besar di di Merauke. (Baca: Mangroholo-Sira, Jadi Percontohan Hutan Desa di Tanah Papua)

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Charles Tawaru mengatakan, pemerintah perlu mengubah paradigma pembangunan kehutanan di Papua. Hutan Papua akan menyusul kehancuran hutan di Sumatera dan Kalimantan bila izin-izin terus diberikankepada perkebunan dan HTI monokultur, atau pertambangan.

“Pengelolaan hutan secara lestari kepada masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat yang kuat adalah alternatif yang perlu dikembangkan untuk menjaga hutan Papua” ujarnya.

Apa yang disebut oleh Charles bukan pepesan kosong. Data Statistik Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan menunjukan deforestasi di Papua Barat sepanjang 2009 hingga 2011 telah mencapai 161,2 ha/ tahun, nilai ini meningkat signifikan menjadi 20.285,6 ha/ tahun pada 2011—2012.

Kawasan hutan Desa Mangroholo Sira pernah menjadi sasaran penebangan ilegal 2006 silam. Kini, kawasan ini tertekan oleh investasi perkebunan kelapa sawit yang dapat menghancurkan tanaman asli Sagu dan tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat sejak bebeberapa generasi lalu. (Selengkapnya baca: Kemenangan Hutan Mangroholo-Sira, Sorong Selatan Melawan Invasi Sawit) |PATRIX B TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan