Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo (kiri) bersama Gubernur Papua Barat Abraham Atururi (tengah) memukul tifa sebagai tanda diresmikannya BI perwakilan Papua Barat di Manokwari, Kamis (4122014). Bank Indonesia meneken kerjasama dengan Universitas Negeri Papua soal kuliah dan beasiswa. Foto : CAHAYAPAPUA.com | Dina Rianti

Gubernur BI: Pembangunan Papua Barat Sejalan dengan Rencana Pusat

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo menilai sejumlah kebijakan pembangunan perekonomian di Provinsi Papua Barat sudah tepat dan sejalan dengan program pemerintah pusat, yang saat ini sudah mulai konsentrasi untuk melakukan pembangunan di wilayah Timur Indonesia.

Penilaian Agus ini disampaikan setelah melihat sejumlah kebijakan pemerintah daerah atas apa yang sudah dibangun selama ini, mulai dari pembangunan insfrastruktur dan sejumlah proyek yang dinilai mampu mendukung kemajuan perekonomian di Papua Barat, misalnya pembukaan jalan trans Papua Barat yang merupakan akses terpenting dalam membangunan perkembangan di daerah tertinggal, proyek pabrik semen yang menjadi bahan utama jalannya pembangunan infrastruktur serta LNG Tangguh yang menjadi generator penerangan di Papua Barat.

Hal ini disampaikan Agus ketika melakukan jumpa pers bersama media masa baik nasional maupun lokal yang didampingi Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi, Kamis (4/12/2014) di Hotel Aston Niu Manokwari.

Mantan Menteri Keuangan era SBY ini juga memuji sejumlah kebijakan Gubernur Papua Barat yang tidak pernah henti-hentinya mempromosikan potensi sumber daya alam di Papua Barat kepada nasional mupun internasional, sehingga terjadi kemajuan ekonomi yang cukup baik di Papua Barat.

Hal ini nampak dari sisi pertumbuhan ekonomi di Papua Barat pada kwartal ke dua mencapai 7%.

Disisi lain, inflasi di Papua Barat juga masih bisa ditekan meskipun terjadi inflasi yang tinggi di skala nasional terutama pada saat kenaikan harga BBM bulan lalu, namun di Papua Barat inflasinya masih berada pada angka 0,08%, jauh dibawah rata-rata nasional.

Kebijakan Gubernur Papua Barat yang sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo terkait tiga hal penting untuk pembangunan Papua Barat kedepan juga dinilai Agus sangat baik untuk pembangunan Papua Barat dengan mengalokasikan hasil gas LNG Tangguh untuk kepentingan kelistrikan di wilayah Papua Barat, yang selama ini sebagian besar masih dalam kegelapan, teurtama di daerah pedalaman.

Demikian juga dengan rencana pembangunan tol laut oleh gubernur juga dipandang mampu membuka akses perdagangan di Papua Barat, sehingga hasil potensi sumber daya alam bisa dengan mudah dibawa melalui pelabuhan, dan tidak ada lagi peti kemas kosong yang menumpuk di pelabuhan Manokwari.

Sementara itu, untuk pembangunan pabrik semen yang saat ini masih dalam tahapan awal pembangunan kata Agus, ini diharapkan mampu menjadi perusahaan yang menerapkan komitmen pembangunan dengan mengutamakan kepedulian terhadap lingkungan.

Gubernur Papua Barat dalam pertemuan itu sempat menyampaikan sejumlah rencana pembangunan Papua Barat kepada Gubernur BI.

Sebelumnya hal ini juga sudah disampaikan ke Presiden RI Joko Widodo, yakni soal tiga hal, pertama, LNG Tangguh yang harus mengalokasikan gasnya untuk pembanguna generator gas di Papua Barat, sehingga industri akan mudah masuk di Papua Barat. Kedua, pembangunan tol laut untuk mempermudah akses perdagangan. Dan ketiga, pembangunan Pabrik Semen yang menjadi bahan utama pembangunan infrastruktur, sehingga modal pembangunan tidak lagi tinggi di Papua Barat. |DINA RIANTI

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan