Ribuan umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Manokwari melakukan ibadah syukur memperingati HUT GKI ke - 61 sekaligus 500 tahun reformasi gereja di Manokwari, Kamis (26/10). Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berpesan agar momentum HUT GKI dijadikan pengingat memperkuat kerukunan antar umat beragama.

Gubernur Dominggus: Perkuat kerukunan antar umat beragama

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Ribuan umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Manokwari, Kamis (26/10), melakukan ibadah syukur memperingati HUT GKI ke-61 tahun 2017 sekaligus 500 tahun reformasi gereja.

Gubernur Papua Barat , Dominggus Mandacan dalam sambutannya mengatakan, “bulan Oktober tahun 2017 memberikan makna sejarah penting, yang tidak akan pernah hilang dalam ingatan kita sekalian, yakni Papua Barat yang menjadi provinsi ke-31 pada 12 Oktober 1999 dan saat ini berusia 18 tahun. Berikutnya ditanggal 26 Oktober 2017 GKI di Tanah Papua memasuki usia ke-61 tahun serta tanggal 31 Oktober 2017 kita sekalian memasuki 500 tahun reformasi gereja.”

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, sejalan dengan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat periode 2017- 2022, HUT GKI diharapkan menjadi pengingat untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama dan menjadi semangat untuk menjaga kondusivitas daerah.

“Sebagai umat beragama hendaknya warga Papua Barat saling menghormati, menghargai serta menjunjung tinggi nilai- nilai kearifan lokal berbasis religius,” kata Dominggus dalam ibadah syukur di lokasi tanah Zending Kampung Anday Distrik Manokwari Selatan.

Dominggus Mandacan juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk kembali menengok sejarah berdirinya GKI di tanah Papua, dimana sejarah masuknya Injil di tanah Papua terjadi bukan secara kebetulan, karena dikala itu C. W. Ottow dan C. G. Geissler menginjakan kaki di Pulau Mansinam tanggal 5 Februari 1855, secara otomatis tanah ini sudah diberkati oleh Tuhan.

Perkembangan pekabaran Injil di tanah Papua ditekankan Gubernur juga telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan peradaban di tanah ini, khususnya dalam pembentukan landasan spiritual, moral dan etika bagi masyarakat. Hal ini menurut Dominggus Mandacan sebagai landasan utama bagi kehidupan masyarakat yang harus dipahami dan diamalkan baik itu secara individu, keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan itu pula Dominggus juga mengimbau seluruh masyarakat Arfak yang berada di wilayah Manokwari untuk tidak lagi menggugat tanah – tanah milik gereja, karena apa yang telah diberikan oleh para leluhur ketika itu, timbal baliknya akan mendatangkan berkat di masa yang akan datang.

Sementara itu Wakil Ketua Sinode Tanah Papua Pdt. Hizkia Rollo dalam sambutannya mengatakan, saat ini ancaman luar yang sangat mempengaruhi bangsa dan negara terlebih khusus gereja adalah masalah HIV/AIDS dan Miras yang mengganggu stabilitas kenyamanan lingkungan. Selain itu pula masalah Narkoba yang saat ini sudah terjangkit putra – putri Papua. “Hal ini merupakan tantangan internal dalam lingkungan GKI di tanah Papua yang perlu ditangani oleh program pelayanan gereja yang bersifat strategis,” pesannya.

Selain itu tantangan eksternal yang datang dari luar melalui kehidupan sosial kemasyarakatan di tanah Papua, masih terjadi sampai hari ini yakni persoalan supremasi hukum dan pelanggaran HAM.

“Untuk menghadapi kenyataan ini, maka sebagai warga GKI di tanah Papua, kita semua terpanggil sebagai anak – anak Allah untuk menghadirkan tanda – tanda kerajaan Allah yang didalamnya ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kelemah lembutan dan penguasaan diri,” pesannya.

Ketua Panitia HUT GKI se tanah Papua di Manokwari Roberth R. A. Rumbekwan dalam laporannya mengatakan, tujuan utama pelaksanakan kegiatan ini adalah memperingati gereja injili di tanah Papua sebagai gereja yang lahir dari benih Injil yang ditabur oleh Ottow dan Geissler pada tanggal 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam.

Adapun tema dari perayaan HUT GKI di tanah Papua tahun ini adalah “Datanglah Kerajaan Mu” dan sub tema “HUT GKI di tanah Papua yang ke-61 tahun, memotivasi kita untuk meningkatkan spiritualitas, kemandirian serta kesejahteraan warga gereja sebagai wujud perubahan memasuki 500 tahun reformasi.”

Pada perayaan HUT GKI ini pula dilakukan pemotongan kue ulang tahun serta penanaman 70 bibit pohon yang dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari Paulus Demas Mandacan serta unsur Forkopimda. (cr79)

Leave a Reply

%d bloggers like this: