Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan disambut dengan prosesi adat dalam pembukaan Sidang Klasis XII GKI Maybrat, Kamis (21/9).

Gubernur hadiri sidang klasis ke XII GKI Maybrat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Kamis (21/9) menghadiri sidang klasis ke XII GKI Maybrat di lapangan Ella – Ayamaru.

Dalam sambutannya, Gubernur Mandacan menyampaikan sejumlah hal yang diharapkan dapat diterapkan semua pimpinan daerah dan jajarannya, sebagaimana visi dan misinya yaitu membangun dengan hati, mempersatukan dengan kasih menuju Papua Barat yang religius, aman, damai, maju, mandiri dan sejahtera.

Disampaikan jika dalam pelaksanaan roda pemerintah, semua membutuhkan para pemimpin maupun umat yang takut akan Tuhan. “Kalau kita takut Tuhan, berarti kita pun akan bekerja dengan setia dan jujur diatas tanah Papua, terlebih khusus di Provinsi Papua Barat,” kata Dominggus.

Diakui jika membangun suatu daerah atau karakter seseorang tidak segampang membalikan telapak tangan, oleh sebab itu setia maupun jujur adalah modal utama menuju kesuksesan.

Di kesempatan ini, gubenur kembali mengingatkan bahwa pertarungan politik dalam Pemilukada telah usai, sehingga sebagai gubernur maupun bupati dan walikota terpilih adalah milik semua masyarakat.

Ia juga mengutarakan pengalaman selama empat bulan menjabat sebagai Gubernur Papua Barat. Selama itu, dia menjumpai banyak proposal bantuan baik dari masyarakat,organisasi dan keagamaan.

“Untuk yang satu ini (proposal bantuan,red.) saya biasa memilah, mana yang harus dijawab provinsi dan mana yang menjadi tanggungjawab kabupaten atau kota. Jika itu tanggungjawab kabupaten/ kota, maka perlu dikoordinasikan untuk diselesaikan,” terangnya.

“Buat pelaksanan sidang klasis ke XII di Kabupaten Maybrat, provinsi akan bantu Rp 200 juta yang nanti ditransfer ke rekening panitia. Tentu bantuan tersebut kita sesuaikan dengan keuangan daerah,” ucap gubernur seperti siaran pers Humas Papua Barat.

Sebelumnya, Bupati Maybrat Bernard Sagrim dalam sambutannya mengulas pentingnya peran gereja yang bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan kearah yang lebih baik.

“Jika bangsa Israel melalui Nabi Musa diberikan 10 hukum Tuhan sebagai pedoman bagi manusia, maka di tanah Maybrat, Tuhan telah memberikan 4 hukum melalui hambanya Pendeta Ruben Rumbiak pada tanggal 1 Oktober 1951 perihal kesatuan, kerendahan hati serta kasih dan kehormatan kepada Tuhan dan semua umat manusia. Itu sejalan dengan motto Kabupaten Maybrat yakni satu hati dan satu pikiran,” kata Bernard Sagrim.

Ketua panitia pelaksana, Naomi N. Howay  dalam laporannya, mengatakan, tujuan utama pelaksanaan sidang klasis di Maybrat, diantaranya mendengar dan menerima laporan pertanggung jawaban badan pekerja klasis GKI Maybrat masa bhakti 2012  2017 serta memilih dan menetapkan badan pekerja klasis GKI Maybrat masa bhakti 2017  2022.

Adapun pelaksanaan sidang klasis ini diselenggarakan dari tanggal 21 hingga  23 September 2017 dengan acara pembukaan di lapangan Ella  Ayamaru. Untuk sidang klasis digelar pada Gereja Laharoy Mefkajim Ayamaru dengan jumlah  peserta kurang lebih 300 orang yang berasal dari 29 jemaat klasis Maybrat.

Pantuan media ini, acara pembukaan sidang klasis GKI ke XII Maybrat dibuka secara resmi oleh Ketua BPAM Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andarikus Mofu, M.Th dengan melakukan penabuhan tifa. (*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: