GAMBAR: GUBERNUR PAPUA BARAT ABRAHAM ATURURI

Gubernur Minta Jadikan Papua Barat sebagai Tanah Damai

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—–  Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi mengajak rakyat Papua Barat menjadikan Papua Barat sebagai tanah damai.

Hal itu disampaikan Gubernur lewat pidato tertulisnya yang dibacakan Sekda Papua Barat, Nataniel D. Mandacan saat memimpin upacara peringatan Hari Integrasi Papua ke Pangkuan NKRI ke 52 tahun, Jumat (1/5/2015) di Lapangan Borarsi Manokwari.

Bram sapaan akrab Abraham O. Atururi mengungkapkan, sejarah bangsa Indonesia mencatat perjuangan merebut kemerdekaan dan perjuangan mempersetukan Papua ke dalam NKRI, membutuhkan ikatan persaudaraan dan kesatuan suku bangsa yang kuat.

Komitmen para pejuang merebut dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan melahirkan sikap kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial agar dapat mengingatkan memori kolektif bangsa pada saat itu.

Peringatan hari integrasi Papua ke dalam NKRI mestinya dimaknai sebagai bentuk gerakan moral bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya rakyat Papua Barat dalam mendukung pembangunan secara partisipatif.

Anggota DPR Papua Barat, H. Saharuddin menyatakan momentum Hari Integrasi harus dimaknai sebagai hari bersarah bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Papua.

Saharuddin  mengajak seluruh rakyat Indonesia memaknai hari Integrasi secara luas. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Papua Barat untuk menjaga stabilitas keamanan dan terus memupuk persaudaraan sesama anak bangsa di provinsi tercinta ini.

Dandim 1703 Manokwari, Letkol. Inf. Stefanus Satrio Aribowo mengatakan Hari Integrasi merupakan momentum yang baik untuk memupuk rasa cinta tanah air.

Ia berharap dengan terus terjalinnya persatuan dan kesatuan bangsa ini dapat memberikan nilai positif terhadap kemajuan pembangunan di Papua Barat dalam bingkai NKRI.

Menyinggung wacana disintegrasi yang selalu menjadi tantangan pembangunan, Satrio membantah adanya gerakan disintegrasi di Papua Barat.  “Saya rasa itu tidak ada, itu hanya segelintir orang yang mengatasnamakan masyarakat. Masyarakat saat ini sudah pintar menilai wacana disintegrasi, sudah mengerti siapa yang benar dan siapa yang salah, saat ini masyarakat hanya butuhkan pembangunan dan kesejahteraan,” tandasnya. |RIZALDY