Gubernur Papua Barat Abraham Atururi memeriksa barisan peserta upacara HUT TNI ke 70, kemarin. Perayaan HUT TNI di provinsi Papua Barat dipusatkan di Kota Sorong.

Gubernur Papua Barat Pimpin Upacara HUT TNI

SORONG, CAHAYAPAPUA.com– Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Octovianus Atururi, Senin (5/10) pagi memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 70, di Lapangan Hocky, Kampung Baru, Kota Sorong.

Upacara tersebut dihadiri oleh Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Lumawa, Komandan Korem 171/PVT Brigjen TNI Purnawan Widi Andaru, Komandan Lantamal XIV Sorong Laksamana Pertama Samsudin Panjaitan, Kasrem 171/PVT Kolonel Inf R. Agus Abdurrauf, Bupati Raja Ampat Markus Wanma, Wakil Bupati Sorong Suka Harjono dan para Asisten Lantamal XIV Sorong.

Dalam amanat Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, yang dibacakan oleh Gubernur PB, mengatakan, di usia ke-70, TNI bisa menggunakan momentum ini untuk mengingat kembali jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional. Untuk itu tema dalam HUT TNI ke 70, yaitu “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkeperibadian”.

Sejarah mencatat bahwa TNI dilahirkan dari “rahim” rakyat. Panglima Besar Jenderal Soedirman menyatakan bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air. Ikan tidak akan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat dan membesarkan TNI.

Untuk itu, TNI harus menegaskan jati diri sebagai tentara rakyat, tentara rakyat, TNI tidak boleh melupakan rakyat. TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat. TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat serta harus selalu bersama-sama rakyat. Sebab bersama-sama rakyat, TNI akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian pada bangsa dan negara.

TNI yang terdidik dan terlatih tidak akan menjadi kekuatan yang efektif apabila prajurit dan keluarganya tidak sejahtera. Untuk itu, Negara akan benar-benar memastikan adanya penghormatan yang layak bagi para prajurit TNI. Pemerintah akan memberikan perhatian pada prajurit-prajurit TNI yang bertugas di kawasan perbatasan, pulau-pulau terdepan, serta di kawasan terisolir.

Oleh karena itu prajurit TNI diminta untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiap-siagaan dimanapun berada dan bertugas.

“Mari jaga dan pelihara keutuhan dan kekompakan TNI. Peliharalah dan jagalah terus kemanunggalan TNI dengan Rakyat, karena bersama rakyat, TNI kuat.
Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadilah TNI yang berjuang, yang dicintai dan mencintai rakyat,” kata Gubernur PB.

Pantauan Media ini, usai melaksanakan upacara, peserta upacara dihibur dengan demontrasi pembebasan tawanan yang diperankan oleh anggota Raider 752/PVT Sorong, serta pameran parade autsista oleh TNI-Polri serta PNS. |NASIR