Gubernur saat memantau masterplan landasan Bandara Rendani. Perpanjangan runway akan dilakukan bertahap.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menginginkan perpanjangan runway atau landasan pacu Bandar Udara Rendani dipercepat.”Sudah tiga kali kecelakaan pesawat terjadi di Bandara Rendani, jangan sampai terulang keempat kalinya,” kata gubernur usai meninjau kesiapan lahan di bandara tersebut, Jumat lalu.

Ia mengharapkan, pembangunan konstruksi runway bandara tersebut bisa dimulai pada tahun 2018. Beberapa waktu lalu ia menemui menteri perhubungan di Jakarta membahas pengembangan Bandara Rendani.

Dominggus memahami, perpanjangan runway sejauh 700 meter tidak bisa dilaksanakan sekaligus. Melainkan bertahap dengan menyesuaikan anggaran dan kesiapan lahan.

Pada kunjungan yang juga dihadiri Plt Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Max L Sabarofex ini gubenur meminta agar rencana pembangunan segera disusun. Dalam waktu dekat ia akan kembali menemui menteri Perhubungan. “Lahan yang sudah ada inikan 300 meter arah barat dan sudah diberi patok. Juga ada beberapa meter arah timur, yang ada ini kita siapkan baik-baik biar pusat agendakan pembangunan tahun depan,” sebutnya lagi.

Dia mengutarakan, pembangunan landasan pacu bandara ini menjadi prioritas kebutuhan. Hal ini untuk menjamin keselamatan penerbangan. “Kita tidak usah berfikir tentang bandara Internasional di Manokwari. Keamanan dan keselamatan penerbangan yang harus kita lihat sekarang, makanya perpanjangan runway ini menjadi prioritas,” ucapnya.

Menurut gubernur, perpanjangan runway ini diprioritaskan di arah barat atau arah darat, sebab pembangunan kearah laut hanya ada sekitar 40 meter yang bisa dikembangkan. “Disisi lain, pengembangan ke arah laut masih memerlukan kajian dan biaya pembangunanya pun jauh lebih mahal,” sebutnya lagi. (ibn/cr79)

Leave a Reply