Ilustrasi Guru Mengajar

Guru Mansel Diimbau Tiru Sistem Pendidikan Salah Satu Daerah di Sulsel

MANSEL, CAHAYAPAPUA.com– Para guru di Kabupaten Manokawari Selatan yang pernah studi banding ke Sulawesi Selatan , diimbau untuk mencontoh sistem pendidikan yang diterapkan di salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah, Manokwari Selatan, Syahrial saat membuka pelatihan PAKEM dan MBS yang digelar oleh USAID PRIORITAS, Senin (16/11/2015).

Dia menyebutkan, pendidikan di daerah tersebut sudah sangat maju, serta mendapat dukungan semua pihak. Bahkan bila siswa tidak hadir, guru berinisiatif mengunjungi siswa. “Bila perlu mereka dijemput siswa untuk pergi ke sekolah,” kata Syahrial.

Ia berharap, guru yang menjadi peserta dalam pelatihan ini, menyerap secara baik, materi yang disampaikan fasilitator, sehingga dapat menjadi bekal, untuk mengejar ketertinggalan pendidikan di daerah ini.

Menurutnya, dukungan dari USAID cukup membantu para guru dalam melaksakan tugas mereka. Dukungan USAD sangat baik dalam menanamkan sikap dan memperkuat kejiwaan para guru.

“Dukungan dari USAID ini perlu disambut dengan baik, apalagi keberadaan mereka dibatasi dengan waktu. Diharapkan setelah tenaganya pindah dari Mansel, USAID tetap selalu ada di diri bapak ibu sekalian,” pinta Syahrial.

Mansel merupakan satu dari tiga Kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat yang mendapat dukungan dari USAID PRIORITAS untuk memajukan pendidikan, dalam menjalankan misinya lembaga tersebut tidak mengharap dana Pemda Setempat

“Kita memilih Mansel karena ada dukungan dari pemerintah setempat untuk memajukan pendidikannya, walaupun semua daerah menginginkan hal yang sama, yakni memajukan pendidikan, tapi Pemda Kabupaten Mansel yang memberikan respon paling baik. Sehingga kami memilih kabupaten ini,” Ungkap Sudarsono Saidi, Penanggungjawab Program USAID PRIORITAS di Mansel.

USAID akan mendampingi Mansel selama dua tahun, dalam pendampingan ini pihaknya telah memilih sepuluh sekolah yang akan dijadikan sebagai sekolah percontohan. Pihaknya pun telah memilih sepuluh orang yang akan dipersiapkan sebagai fasilitator di wilayah ini.

Ia berharap, setelah program USAID berakhir, sepuluh sekolah dan sepuluh fasilitator ini menjadi perwakilan USAID untuk melanjutkan misi peningkatan pendidikan di kabupaten ini. |SOETANTO | EDITOR : TOYIBAN