Ilustrasi. Foto: Kompas

Guru Perusak Kantor Disdikpora Manokwari akan Diproses Hukum

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Manokwari Barnabas Dowansiba menyatakan, para pelaku pengrusakan terhadap kantor Disdikpora akan diproses hukum.

Ia mengaku telah membuat laporan resmi kepada Polres Manokwari, beberapa saat setelah aksi pengrusakan itu terjadi pada Rabu (24/12/2014) lalu. Kasus tersebut saat ini tengah dalam pengusutan pihak berwajib.

“Itu kriminalitas murni karena sudah di luar jam kerja dan mereka dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Kita sudah punya data pelaku dan ternyata kebanyakan mereka guru-guru SD,“ ujar Barnabas sebelum penyampaian materi KUA-PPAS di kantor DPRD Kabupaten Manokwari, di Sowi Gunung, Sabtu (27/12/2014).

Kantor Disdikpora di Jalan Pahlawan Manokwari menjadi sasaran pengrusakan oleh orang tidak dikenal, sehari menjelang Natal. Pengrusakan ditenggarai terkait dengan belum dibayarnya dana sertifikasi guru tahun 2014.

Para pelaku yang diduga dalam kondisi mabuk masuk ke halaman kantor kemudian melempari kantor dengan batu dan kayu. Akibatnya, hampir seluruh kaca jendela bagian depan dan samping pecah berantakan.

Menurut Barnabas, molornya pembayaran dana sertifikasi sesungguhnya dipicu keterlambatan pihak sekolah memasukan Dapodik ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pelaporan Dapodik langsung ke Kemdikbud melalui internet (on line).

Dari data Disdikpora setidaknya ada 32 guru di Manokwari yang tuntas Dapodiknya. Ini antara lain berkaitan dengan jam mengajar yang belum terpenuhi dan lainnya. Hal seperti ini yang mengakibatkan pihak Kemdikbud terlambat menerbitkan SK sehingga berdampak pada molornya pencairan dana sertifikasi oleh kementerian keuangan.

“Sehingga kami di dinas itu tidak tahu, karena pekerjaan ini kan on line. Jadi teman-teman sekolah langsung on line ke pusat (Kemdikbud). Pusat input semua setelah itu dia over ke Kemenkeu dan kalau sudah disortir semua, setelah itu keuangannya baru di kirim ke Kasda, “ jelas dia.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada para guru bahwa sesuai informasi dari bank, pembayaran baru mulai dilakukan Senin, 29 Desember hari ini. Pasalnya, pada 24 Desember siang, SPM (surat perintah membayar) dari Pemda baru masuk ke bank.

“Kalau SPM baru basuk bank kan harus input semuanya dulu. Ini uang besar ada sekitar 8 miliar. Jadi tidak mungkin dibayarkan semua dalam beberapa jam saja, “ kata Barnabas.

Dia juga membantah bahwa sebelumnya sudah ada pemberitahuan kepada para guru bahwa pembayaran dilakukan pada 24 Desember.

“Tidak benar ada pemberitahuan bahwa tanggal 24 (Desember) itu dibayar. Saya hanya bilang mari kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan bisa, “pungkasnya. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan