Ilustrasi. Site Tangguh LNG di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Hacker Ancaman Nyata Bagi Fasilitas Tangguh LNG

TELUK BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com— Isu pertahanan terhadap serangan para peretas (hacker) menjadi satu fokus perhatian BP. Itu sebabnya, perusahaan yang beroperasi di Papua Barat ini, mengambil inisiatif membentuk satuan khusus anti cyber crime.

Director of Security and Business Services BP Tangguh, Dinant Natanegara, Sabtu(29/11/2014) kepada CAHAYAPAPUA.com mengatakan, satuan itu menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem keamanan fasilitas Tangguh LNG.

“Meski belum pernah ada serangan, tapi kami melihat ini sebagai ancaman yang serius. Hacker bisa saja menyerang sistem dan mengakibatkan konsekuensi yang buruk. Sudah ada tim khusus untuk antisipasi serangan itu,” katanya kepada CAHAYAPAPUA.com, Sabtu (29/11) pekan lalu di site Tangguh LNG, Distrik Babo,Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Panel Penasihat Independen Tangguh atau Tangguh Independent Advisory Panel (TIAP) tahun ini dalam laporan dan rekomendasinya memberi perhatian salah satunya terhadap isu ini.

TIAP adalah panel yang dibentuk untuk memberi saran eksternal bagi para pengambil keputusan papan atas BP berkenaan dengan aspek non-komersial Proyek LNG Tangguh, salah satunya soal kemanan. Panel diketuai mantan Senator Amerika Serikat, Tom Daschle.

BP adalah investor Inggris yang telah beroperasi selama hampir 5 dekade di Indonesia sekaligus produsen gas terbesar kedua di negara ini dengan produksi sebesar 77,3 mboed pada tahun 2013. (Baca: Gas Tangguh Juga Dipasok untuk Kebutuhan Domestik)

Sementara Tangguh LNG merupakan fasilitas pertama yang menggabungkan operasi LNG hulu dan hilir secara penuh di Indonesia. Tangguh LNG memproduksi gas di lepas pantai Papua Barat dan mendistribusikan LNG kepada konsumen di Indonesia dan Asia.

Mengingat ancaman serangan hacker adalah sesuatu yang riil, TIAP merekomendasikan agar Tangguh memiliki rencana mematikan kilang secara aman bila peretas berhasil menembus firewall dan membahayakan kegiatan operasional Tangguh.

“Rencana cadangan seperti itu memastikan konsekuensi serangan maya dapat diminimalkan meskipun serangannya hanya setengah berhasil,” sebut panel dalam laporannya. (Baca: Pengamanan Fasilitas Tangguh Kedepankan Prinsip HAM)

TIAP juga mendorong agar garda keamanan BP membangun kemampuan mencegah pihak lain– termasuk SKK Migas– mengakses sistem operasinya. Akses tersebut dinilai sangat mengancam keamanan.

Selain itu mengingat dinamika teknologi keamanan maya maka pertahanan maya BP Tangguh menurut TIAP wajib dievaluasi oleh pakar secara rutin. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan