Masyarakat Ekonomi Asean

Hadapi MEA, Aspap Ajak Pemda siapkan SDM

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Menjelang era pasar bebas Asean atau lebih dikenal, Masyarakat Ekonomi Asean awal 2016, Asosiasi Pengusaha Asli Papua (Aspap) mengajak Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten-Kota, serta institusi terkait, menyiapkan sumber daya manusia Papua, agar siap menghadapi penerapan MEA.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Asli Papua (ASPAP), Provinsi Papua Barat, Roby Wanggay, Minggu, (15/11/2015) mengatakan, dengan diberlakukan MEA, dengan terbukanya pasar investasi Asean di Indonesia, akan diikuti pula dengan pasar tenaga kerja asean.

Dimana persaingan tenaga kerja di indonesia akan berlangsung ketat, antara tenaga kerja indonesia dan tenaga kerja dari negara-negara Asean akan saling berebutan masuk dalam bursa tenaga kerja Asean.

Untuk itu, Wanggai, mengajak Pemerintah daerah bersama Aspap dan institusi terkait mempersiapkan tenaga kerja dan calon tenaga kerja terampil yang memiliki skil dan keahlian khusus sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dalam pasar tenaga kerja, saat pemberlakuan MEA.

Ia kuatir, bila tidak mempersiapkan tenaga kerja maupun calon tenaga kerja terampil dan ahli, maka kedepan, putra-putri papua, hanya akan menjadi penonton. “Kalau SDM, tidak kita persiapkan, kami kuatir, kita hanya akan menjadi penonton. Bahkan, tak sedikit pengusaha-pengusaha kita akan gulung tikar, karena tidak mampu bersaing,”sebut Roby.

Menurutnya, dengan rentang waktu pemberlakukan MEA awal 2016 ini, pemerintah daerah bersama institusi terkait harus menggenjot penguatan kapasitas keahlian dan keterampilan tenaga kerja dan calon tenaga kerja di daerah ini.

“Jumlah pengangguran di Papua Barat, sudah sangat tinggi, kalau kapasitas mereka tidak disiapkan, mereka akan kalah bersaing dengan tenaga kerja mancanegara yang datang ke Papua,”sebutnya.

Menurutnya, angkatan kerja Papua Barat, harus disiapkan secara matang agar siap bekerja di dalam maupun luar negeri. Menurut data pencari kerja di kabupaten manokwari, berdasarkan data pencari kerja dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten Manokwari, pencari kerja dimanokwari telah mencapai 13.859 Pencaker.

Dimana berdasarkan data yang dihimpun Disnakertrans kabupaten Manokwari, april 2013 sampai Maret 2015 itu, pencaker berdasarkan tingkat pendidikan SMA mendominasi pasar tenaga kerja manokwari, sebanyak 8.662 pencaker.

Sementara pencaker berdasarkan tingkat pendidikan SD sebanyak 92 orang, SMP sebanyak 340 orang, SMA sebayak 8.662, D1 sebanyak 91 orang, D2 sebanyak 184 orang, D3 sebanyak 1.253 orang, S1 sebanyak 3.212, S2 sebanyak 25 orang.

Pencaker di manokwari, lebih cenderung mengaduh nasibnya sebagai PNS, hal itu dapat dilihat saat dibukanya penerimaan calon pegawai negeri sipil, hampir seluruh pencaker akan berbondong-bondong mengajukan lamarannya, Sedangkan, pasar tenaga kerja lainnya kurang diminati.

Untuk itu, Wanggai berharap, pemerintah pusat dan daerah dapat mengoptimalkan peran dan tanggung jawabnya untuk mempersiapkan tenaga kerja handal yang siap bersaing dalam kanca pasar Asean mendatang. | RIZALDY