Peserta proktor dan teknisi mengikuti pelatihan dalam rangka persiapan pelaksanaan UNBK 2017 di Kabupaten Teluk Bintuni.

Hadapi UNBK, Dikpora Bintuni Tingkatkan Kesiapan

BINTUNI, Cahayapapua.com— Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bintuni kembali meningkatkan kesiapan menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 dengan menggelar pelatihan.

Pelatihan proktor dan teknisi persiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2017 Kabupaten Teluk Bintuni, di SMP N 1 Bintuni, Bintuni Kota, Kamis (23/2)

Sekretaris Panitia Ujian, Kepala Bagian Umum Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga, Ahmad Masrur.

Puluhan proktor dan teknisi mengikuti tingkat Kabupaten Bintuni. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari provinsi ini dipusatkan di SMP N 1 Bintuni, Kamis (23/2).

Sekretaris Panitia ujian, Ahmad Masrur mengatakan, kegaitan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan para proktor dan teknisi UNBK.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini masing-masing berasal dari SMK N 1 Bintuni empat orang, SMA N 1 Bintuni lima orang, SMP N 2 Bintuni empat orang, SMP Terpadu tiga orang, dan SMP N 1 Bintuni empat orang.

“Tujuan kegiatan ini, meningkatkan lagi kesiapan. Karena nanti ada gladi bersih secara nasional. Dan kalau ada masalah terkait teknis (mendownload soal), proktor bisa mengatasi masalah tersebut,” kata Ahmad usai membuka kegiatan tersebut.

Semenetara itu, Kepala Bagian Umum Dikpora menjelaskan proktor nanntinya bertugas untuk membantu siswa dalam mempersiapkan UNBK, sedangkan teknisi bertugas menjaga server dan siap mengantisipasi adanya pemadaman listrik.

“Untuk mendownload soal dan mengupload jawaban, tugasnya proktor, kalau teknisi disiapkan untuk mengantisipasi adanya gangguan pemadaman listrik. Karena semua kegiatan UNBK terpusat di satu server,” terangnya.

Pelatihan serupa sebelumnya juga pernah dilakukan di provinsi, namun saat itu jumlah peserta dibatasi oleh panitia. Karena itu, pihaknya kembali berinisiatif menggelar pelatihan ini dengan melibatkan seluruh proktor dan teknisi di Bintuni.

“Ada inisiatif kita, karena kita baru pertama kali, sehingga kita betul-betul memaksimalkan persiapan UNBK tahun ini,” ujarnya.

Ditahun (2017 red)ini lanjut dia, jumlah sekolah yang dipersiapkan untuk melaksanakan UNBK yaitu lima sekolah. Sedangkan total laboratorium komputer yang digunakan untuk UNBK sebanyak delapan ruangan. Diantaranya, SMK satu ruangan, SMA satu ruangan, dan tiga di SMP.

Disebutkan bahwa yang dikuatirkan yaitu kendala jaringan. Pasalnya, jika jaringan baik, lancar, dan normal, UNBK dipastikan berjalan sukses. Mengantasipasi hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Informatika untuk menstabilkan kecepatan jaringan.

“Kami juga berkoordiansi dengan pihak ketiga, dan mereka akan menurunkan teknisi untuk mengontrol kalau meningkatkan Bandwith-nya stabil atau tidak. Jadi mungkin beberapa hari ini akan kesini,” ucapnya lagi.

Kegaitan ini berlangsung selama satu hari. Sementara jumlah siswa yang akan mengikuti UNBK tahun ini sebanyak kurang lebih 550 siswa yang tersebar di lima sekolah. (ART)

 

Tinggalkan Balasan