Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani (DOAMU).

Hadiri Festival Rebana 2, Dominggus Mandacan Berpesan Jangan Terprovokasi Isu SARA

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi munculnya isu-isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) yang akhir-akhir ini mulai merebak.  Hal ini akibat memanasnya suhu politik jelang Pilkada serentak, termasuk di Papua Barat.

Hal ini disampaikan Calon Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Jumat (27/1), dalam sambutannya pada pembukaan Festival Rebana II Al Banjari dalam rangka Dies Natalis Yayasan Salafiyah XVII dan Riyadhul Jinan Al-Munawwaroh IV di Aula Pesantren Salafiyah, SP3.

Mantan Bupati Manokwari dua periode ini menuturkan iven yang dilaksanakan tersebut merupakan acara keagamaan namun juga bersifat pendidikan. Selain itu, menurutnya dengan iven ini maka bisa mengenal antara satu dengan yang lain sehingga dirinya berharap ke depan dapat dilaksanakan setiap tahun.

“Sebagai kepala suku besar Arfak saya mendukung iven seperti ini karena menyiapkan generasi muda yang mental serta akhlaknya mencerminkan anak yang takut akan Tuhan,”tuturnya.

Dirinya berpesan agar semua semua masyarakat dapat menjaga kebersamaan serta kerukunan antar umat Bergama yang selama ini terjaga di Papua Barat secara khusus Manokwari dengan saling menghormati dan tidak mempermasalahn perbedaan yang ada diantara masyarakat.

Hal ini, kata Dominggus Mandacan lagi, karena menjelang Pemilihan Gubernur Papua Barat dimana dirinya sebagai salah satu kandidat yang ikut bertarung saat ini diterpa isu SARA yang seharusnya tidak boleh dilakukan, karena dapat menimbulkan masalah dan keresahan, dimana  ujung-ujungnya akan menimbulkan satu suasana ketidaknyamanan di masyarakat.

“Masyarakat Manokwari diharapkan tidak terprovokasi dengan isu SARA menjelang Pilkada Papua Barat ini, mari kita jaga kebinekaan dengan tidak menggunakan SARA di pilkada,” pesannya.

Dominggus Mandacan sangat berharap agar Pilgub Papua Barat yang dilaksanakan 15 Februari 2017 mendatang dapat berjalan dengan baik.

“Sebagai calon Gubernur Papua Barat saya mengajak kita semua masyarakat Manokwari agar dapat menyalurkan hak pilih dan mensukseskan Pilkada Papua Barat 15 Februari 2017 sehingga melahirkan pemimpim yang benar-benar berdasarkan pilihan masyarakat” tandasnya.

Sementara itu, Ustad Samsul dalam laporannnya mengatakan bahwa tujuan dari iven yang digelar selama 3 hari ini yakni untuk mempererat silaturahmi diantara umat Bergama yang ada di Warpramasi serta melestarikan senu Islami yang saat ini kurang diminati remaja. (ACS)

Tinggalkan Balasan