Aktivis KNPB melepas spanduk di pintu masuk utama di lapangan yang terletak di samping Polsek Amban, Sabtu (6/5). Pelantikan pengurus KNPB Mnukwar di lokasi tersebut dibubarkan polisi, namun massa masih bertahan menggelar bakar batu atau barapen beberapa meter dari lokasi semula.

Hadiri pelantikan ketua, ratusan aktivis KNPB dibubarkan

Manokwari, Cahayapapua.com— Ratusan Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mnukwar yang menghadiri pelantikan ketua KNPB Mnukwar, dibubarkan ratusan aparat kepolisian Polda Papua Barat, dibantu TNI Kodim 1703 Manokwari, Sabtu (6/5).

Pantauan Cahaya Papua, kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIT hingga 13.00 di lapangan samping Polsek Amban tersebut dibarikade pihak kepolisian. Mereka kemudian diimbau Kapolres Manokwari AKBP Christian Rony Putra melalui pengeras suara untuk segera membubarkan diri.

Sementara itu kegiatan KNPB yang berlangsung dibawah tenda di lapangan terbuka itu, terpaksa dipersingkat lantaran desakan pihak aparat keamanan.

Meski begitu, aksi KNPB masih tetap dilanjutkan dengan aktivitas bakar batu atau Barapen tak jauh dari tenda tempat semula. Setelah Barapen, polisi juga sempat menghadang mereka ketika hendak berjalan kaki melalui jalan utama saat membubarkan diri.

Ketua KNPB Mnukwar Alex Nekenem mengatakan, pihaknya telah melaksanakan pelantikan dengan sukses hingga pengukuhan di lapangan tersebut. Namun pihaknya mengutuk keras tindakan aparat TNI-Polri yang ia bahasakan memberikan tekanan kepada mereka.

“Kami hanya lakukan kegiatan pengukuhan dan pelantikan pengurus KNPB Mnukwar. Mereka (TNI-Polri, red) kami anggap melakukan tindakan yang tidak manusiawi,” kata Alex di Sekertariat KNPB usai kegiatan.

Alex juga mengutuk keras penahanan lima aktivis KNPB, Jumat lalu. Menurutnya penangkapan aktivis yang sedang melakukan kegiatan pencarian dana dan penyebaran selebaran di jalan raya itu tak diatur dalam Undang-Undang. “Masak orang yang hanya membagi selebaran di jalan ditangkap. Apakah hal ini diatur dalam UU atau tidak,” cetus Alex.

Pengurus KNPB Pusat Agus Kosai menilai pembubaran aksi mereka secara tak langsung sebagai tindakan melegalkan keberadaan KNPB di wilayah ini. “Saya apresiasi langkah Kapolda Papua Barat, tindakanya secara langsung melegalkan KNPB di Papua Barat. Kalau dia merasa KNPB bukan hal penting, kenapa harus menerjunkan kekuatan untuk mengawal kegiatan kami,” ucap Agus Kosai. Dia menyatakan, perjuangan yang dilakukan namun dihadang oleh aparat itu, sebagai tantangan dalam perjuangan mencari kebebasan bagi rakyat Papua.

Kapolda Papua Barat Brigjen Martuani Sormin Siregar diwaktu berbeda merespon aksi KNPB menyatakan, “Negara menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Siapapun dia kita berikan kebebasan. Tetapi sesuai aturan, ada yang harus dipatuhi. Tiga hari sebelum atau H-3 harus ada surat pemberitahuan kepada kita.”

“Konsekuensinya adalah kita bubarkan. Kenapa dari pagi kita tidak bubarkan, karena mereka melakukan ibadah dan siapapun dia dalam hal ibadah, Negara juga menjamin kebebasannya sesuai kepercayaanya,” sambung Martuani.

Martuani menuturkan, pihaknya wajib menjaga keutuhan NKRI, yakni Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Karenanya, ketika ada kegiatan yang bertentangan dengan itu semua, maka pihaknya wajib mencegah hal tersebut. “NKRI harga mati, berarti itu sifatnya final. Jadi tidak boleh ada yang mengancam keutuhan yang sudah ada,” tandas dia. (mar)

Tinggalkan Balasan