Manokwari, Ibukota Provinsi Papua Barat. |Ist

Hammar : Beragam Usaha Tumbuh, PAD Manokwari Seharusnya 100 Miliar Lebih

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Wakil Bupati Roberth KR.Hammar prihatin terhadap masih rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Manokwari. Tahun 2014 ini, Pemda hanya mematok PAD sebesar 42 miliar. Nilai ini masih sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi PAD yang ada saat ini.

Apalagi, semenjak menjadi ibukota provinsi Papua Barat, beragam usaha tumbuh subur di kota Manokwari.

“Tahun ini hanya 42 miliar. Padahal, seharusnya bisa di atas 100 miliar, “ tandas Hammar pada saat rapat tim Bapok Kabupaten Manokwari menyongsong Natal dan Tahun Baru 2015 di kediaman dinasnya di Jalan Brawijaya, baru-baru ini.

Agar PAD bisa naik, tidak cukup hanya dengan menggali objek PAD baru. SKPD teknis terkait juga mesti mahir memaikan trik pengawasan agar tidak mudah dikadalin alias dikelabui oleh para wajib pajak maupun wajib retribusi.

“Banyak wajib pajak yang tidak jujur juga. Misalnya hotel, orang yang tidur 10 yang dilaporkan hanya 5 orang. Begitupun di restoran, yang makan banyak tapi yang dilaporkan sedikit, jadi kita juga harus mahir dalam pengawasan, “ sambung dia.

Ia menegaskan, mulai tahun 2015, Pemkab harus bisa mendongkrak PAD agar bisa menopang pembiayaan daerah. Tidak sekedar menggenjot SKPD agar lebih aktif dan kreatif menggali PAD, namun yang terpenting adalah membenahi aspek perijinan.

Ijin usaha mesti dipermudah demi memperbaiki iklim investasi. Demikian pula waktu pengurusan ijin mesti lebih cepat dan tidak berbelit-belit sehingga tidak menyulitkan para pengusaha.

“(Tahun) 2015 perijinan harus tuntas dan siap supaya bisa mendongkrak PAD kita, “ pungkas Manokwari-2. |ZACK TONU BALA