Ilustrasi

Harga sejumlah komoditas Papua Barat mengalami penurunan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Harga sejumlah komoditas pangan di wilayah Provinsi Papua Barat pada Agustus 2017 mengalami penurunan.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat Hendra Wijaya di Manokwari, Senin, mengatakan, deflasi Papua Barat pada Agustus 2017 sebesar -0,62 persen.

Selain komoditas bahan pangan, kata dia, deflasi ini juga terjadi dari sumbangsih harga jasa pada kelompok transportasi, komunikasi serta jasa keuangan.

Dia menjelaskan, penurunan harga beberapa komoditas bahan pangan memberi pengaruh signifikan terhadap deflasi.

“Bumbu-bumbuan memberi andil hingga -6,85 persen, ikan segar -2,45 persen, sayuran -1,48 persen, telur susu serta beberapa komoditas lain -0,10 persen. Untuk transportasi -1,24 persen,” katanya.

Dia mengungkapkan, harga tiket transportasi udara juga memiliki andil cukup baik terhadap deflasi di daerah tersebut.

“Sudah tiga bulan berturut-turut harga tiket pesawat mengalami deflasi, terhitung sejak Juni hingga Agustus. Harga tiket pesawat semakin kompetitif,” kata Wijaya lagi.

Menurutnya, secara umum harga berbagai komoditas di Papua Barat mengalami penurunan selama Agustus. Kendati demikian ada beberapa kelompok barang yang masih menjadi pemicu inflasi pada bulan tersebut.

Wijaya menyebutkan,  Inflasi Papua Barat pada bulan lalu sebesar 1,53 persen. Inflasi terjadi menyusul naiknya harga pada kelompok sandang, biaya pendidikan, rekreasi, olahraga, kesehatan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. (ibn)

 

Tinggalkan Balasan