Petrus Yerkohok, pegawai distrik Merdey, Teluk Bintuni, Papua Barat saat menaikkan bendera merah putih pada 1 Desember 2014. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Ari Murti

Harga Semen di Merdey, Teluk Bintuni Rp. 1 Juta Per Zak

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com Sulitnya sarana transportasi untuk menjangkau Distrik Merdey dan sekitarnya, menyebabkan harga barang di daerah ini melonjak tinggi. Harga yang paling menyolok terlihat pada harga semen yang mencapai satu juta rupiah per zak.

Sementara harga sembako juga mengalami kenaikan, seperti beras yang mencapai 35 ribu rupiah per kilogram, gula 50 ribu per kilogram, mie instant 5 ribu per bungkus, garam 10 ribu per bungkus kecil, air mineral 25 ribu per botol (600 ml) dan lainnya.

Untuk bahan bakar minyak jenis premium (bensin) harganya mencapai Rp 50 ribu – Rp 60 ribu per liter. Meskipun harga barang-barang cukup mahal, namun jumlah kios di wilayah ini cukup banyak.

Menurut pengakuan salah satu staf Distrik Merdey, Petrus Yerkohok, kenaikan harga tersebut dipicu mahalnya biaya transportasi. Jika menggunakan transportasi darat dari Bintuni ke Merdey, warga harus mencarter mobil dengan harga 10 juta rupiah. Sementara untuk mencarter pesawat dari Manokwari, biaya yang harus dikeluarkan sebesar 20 hingga 24 juta rupiah.

Meskipun harga barang di Merdey relatif mahal namun masyarakat tidak mempunyai pilihan lain, kecuali harus membeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Walaupun sulit, tapi masyarakat nekat untuk beli saja,” kata Petrus kepada CAHAYAPAPUA.com, akhir pekan lalu.

Sebagian besar warga Merdey bermata pencaharian sebagai petani maupun berburu. Selain itu sebagian warga juga menggantungkan hidupnya dengan mencari kayu gaharu di hutan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Mata pencaharian adalah gaharu. Kalau PNPM masuk ya kami kerja, terus cari daging, ikan dan sayur untuk dijual,”akunya.

Kondisi serupa juga dialami oleh masyarakat yang bermukim di ibukota Distrik Biscoop. Merdey dan biscoop saling berdekatan, bahkan kantor distrik/kecamatan (merdey dan biscoop) hanya berjarak sekitar 100 meter.|ARI MURTI

 

EDITOR: IMRAN

Tinggalkan Balasan